Dua Kambing Ternak Warga Desa Tempur Diterkam Macan Tutul Muria 

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:22 WIB
RAJA MURIA: Penampakan Macan Tutul Gunung Muria yang berhasil tertangkap kamera yang dipasang PEKA Muria, Sintas Indonesia, PMPH Muria, BKSDA, dan Djarum Foundation. (DOC. SINTAS INDONESIA)
RAJA MURIA: Penampakan Macan Tutul Gunung Muria yang berhasil tertangkap kamera yang dipasang PEKA Muria, Sintas Indonesia, PMPH Muria, BKSDA, dan Djarum Foundation. (DOC. SINTAS INDONESIA)

KELING — Matahari perlahan mulai menyingsing, pada Sabtu (10/10) pagi. 

Ketenangan sarat atmosfer alam di Dukuh Pekoso, Desa Tempur, Kecamatan Keling seakan terusik, sejurus dengan kabar ternak warga yang diduga dimangsa Macan Tutul Muria.

Warga RT 4/RW 3, Dukuh Pekoso Desa Tempur, Sukari, masih mengingat bagaimana kambing milik tetangganya, Supani, ditemukan berserakan tak bernyawa.

Di tubuh kambing yang ditemukannya tersebut, terdapat bekas gigitan. Daging merah terbuka, dan sudah tampak memucat. Darah telah mengering. 

Bekas gigitan dan cabik-cabikan taring Sang Penguasa Muria itu menganga lebar. Seperti terlihat di leher, perut hingga bagian paha belakang tubuh kambing yang tergolek itu. 

Peristiwa ini bukan kali pertama, setidaknya empat tahun lalu insiden serupa juga terjadi di Desa Tempur.

DITERKAM MACAN: Kondisi kambing, ternak milik simbah Supani warga Desa Tempur dimakan yang diduga dimakan Macan Tutul Muria, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tercabik-cabik pada Sabtu (10/10). (SUKARI UNTUK RADAR KUDUS)
DITERKAM MACAN: Kondisi kambing, ternak milik simbah Supani warga Desa Tempur dimakan yang diduga dimakan Macan Tutul Muria, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tercabik-cabik pada Sabtu (10/10). (SUKARI UNTUK RADAR KUDUS)

Hal ini menambah kewaspadaan warga, yang selama ini mengaku tak jarang menjumpai jejak hingga kemunculan satwa liar Muria di sekitar ladang dan jalan desa. 

Sukari, menceritakan awal mula ia menemukan dua ekor kambing tergeletak tak bernyawa tersebut.

Semula ia berada di ladang kopi, tengah mengurus tanaman tersebut.

"Saya tadi gulung toler (selang, red) di ladang kopi. Mau wangsul (pulang), sedhereke saya (saudara—kakak, red) jalan di depan, lihat ada kambing yang dimakan macan," ungkapnya pada Sabtu (10/10).

Ia belakangan tahu jika kambing tersebut merupakan milik tetangganya, Supani, yang diliarkan mencari rumput sendiri.

"Sudah pasti digigit macan ini, karena di lehernya ada dan bagian paha ada bekasnya. Beberapa bagian daging juga sudah hilang," sebutnya.

Sukari menemukan ada dua ekor kambing dewasa yang mati.

DITERKAM MACAN: Kondisi kambing, ternak milik simbah Supani warga Desa Tempur dimakan yang diduga dimakan Macan Tutul Muria, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tercabik-cabik pada Sabtu (10/10). (SUKARI UNTUK RADAR KUDUS)
DITERKAM MACAN: Kondisi kambing, ternak milik simbah Supani warga Desa Tempur dimakan yang diduga dimakan Macan Tutul Muria, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tercabik-cabik pada Sabtu (10/10). (SUKARI UNTUK RADAR KUDUS)

Disebutkan, Supani memiliki sembilan ekor kambing. Dua ekor itu ditemukan mati, empat ekor ditemukan hidup dan tiga ekor masih dicari.

"Baru ketemu empat yang hidup, tiga ekor lainnya belum tahu apakah juga dimakan macan atau masih merumput di tempat lain," jelasnya.

Sukari menjelaskan, kebiasaan Supani yang menggembala kambing dengan membiarkannya bebas merumput.

Sedangkan ia menduga, penerkaman dua ekor oleh Macan Tutul Muria tersebut mungkin di saat Jumat (9/10) malam.

"Jumat sore itu saya masih lihat (kambingnya). Saya menemukan dua ekor yang mati itu sekitar jam 09.00 lebih. Jarak antara satu ekor yang mati dan satu ekor lainnya sekitar enam meter saat ditemukan," jelasnya.

Di saat kambung ditemukan, daging paha kiri dan kanan telah hambis. Tersisa bagian paha atas dekat perut.

"Warga sering melihat, pengojek basecamp (pendakian, red) di malam sebelumnya juga melihat macan tutul tersebut," ucapnya.

Menurutnya, di Lereng Gunung Muria yang turut Desa Tempur, Macan Tutul Muria tidak hanya satu ekor saja. Melainkan ada beberapa ekor.

"Bahkan di dekat Punden mbah Romban di Dukuh Kemiren, setengah bulan yang lalu ada yang melihat juga," tandasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
Macam Tutul Muria Ternak Warga diterkam macan Macan tutul di Tempur Kambing dimakan macan Macan Gunung Muria