KOTA — Ruang aman semestinya dijamin dan diwujudkan oleh semua orang.
Hal tersebut semakin menjadi sorotan usai dugaan pelecehan verbal—sarat seksisme—yang dilakukan oleh salah satu konten kreator yang biasa membersamai aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), memicu kritik keras dari elemen suporter di Jepara.
Peristiwa ini terjadi di saat AMPB tengah berkonsolidasi dalam gerakan masa oleh Aliansi Masyarakat Jepara Bersatu (AMJB), pada Sabtu (3/10) malam.
Pemilik akun Facebook Mas Apro, tampak membuat video yang bernada melecehkan perempuan di Jepara.
Semula, saat itu pemilik akun bersama para konten kreator dan AMPB menghadiri acara konsolidasi AMJB di Alun-alun Jepara I.
Saat itu memang sedang dalam suasana Car Free Night. Sehingga jamak orang yang berkunjung, untuk membeli jajan maupun minuman hingga menikmati atmosfer malam di kota.
Namun, pemilik akun beserta teman-temannya malah melemparkan beberapa candaan seksis.
Hal tersebut direkam dalam video berdurasi hampir tiga menit.
Muatan konten diarahkan pada bagian belakang tubuh perempuan yang tengah berjalan, dan menikmati suasana di Jalan Kartini.
Salah satu kritik tajam datang dari perwakilan Trah Kalinyamat, Syafri Sam, yang menyuarakan kekecewaannya terhadap inkonsistensi moral dalam pergerakan akar rumput tersebut.
Syafri menegaskan bahwa gerakan anti-seksisme di ruang publik dan tribun sepak bola, merupakan perjuangan panjang yang telah disuarakan setidaknya sejak tahun 2019.
Kampanye ini dibawa untuk menolak budaya yang menempatkan perempuan sekadar sebagai objek.
Termasuk melawan normalisasi pelecehan verbal yang sering kali berlindung di balik kedok candaan.
"Ketika muncul konten dari kreator yang berafiliasi dengan gerakan AMPB yang memuat pelecehan verbal secara sadar, direkam, lalu dipublikasikan, ini bukan lagi sekadar masalah konten digital biasa. Persoalan utamanya adalah mengenai konsistensi sikap dan komitmen dari gerakan itu sendiri," ujarnya pada Kamis (8/10) malam.
Polemik ini bermula dari agenda konsolidasi antardaerah di Jawa Tengah.
Pasa Sabtu (3/10) rombongan AMPB Pati bertolak ke Jepara, untuk menghadiri acara silaturahmi sekaligus pengukuhan resmi Aliansi Masyarakat Jepara Bersatu (AMJB) di Alun-Alun I Jepara.
Agenda ini memang bertepatan dengan suasana ramai Car Free Night di Kota Ukir tersebut.
Saat berjalan menuju lokasi acara, salah satu konten kreator—dikenal sering membersamai aktivis AMPB—bernama Arif Setiawan, selaku pemilik akun Facebook Mas Apro, bersama beberapa konten kreator lainnya merekam suasana malam minggu di Jepara.
Video dokumentasi tersebut berdurasi 2 menit 55 detik dan diunggah ke platform media sosial.
Dalam potongan video yang dipublikasikan secara sadar tersebut, terdapat ucapan dan interaksi verbal dari sang kreator konten yang dinilai merendahkan serta melecehkan martabat perempuan Jepara.
Unggahan ini kemudian viral dan memicu kemarahan netizen serta komunitas suporter setempat.
Syafri menyatakan tetap menghargai niat baik dari konsolidasi masa yang dilakukan oleh AMPB Pati dan AMJB Jepara dalam mengawal kebijakan publik.
Namun, dirinya mendesak adanya langkah konkret yang cepat dari pihak terkait.
"Kami masih menunggu sikap konkret dan jelas dari organisasi, apakah itu berupa mediasi, klarifikasi terbuka, atau setidaknya permohonan maaf kepada publik," imbuhnya.
Ia mengingatkan bahwa marwah gerakan kemasyarakatan diuji, bukan hanya saat melayangkan kritik kepada penguasa atau pihak luar.
Melainkan saat mereka berani mengevaluasi kesalahan di internal mereka sendiri.
"Jika sikap konsisten dan adil itu mandek di lingkaran sendiri, jangan pernah berharap suara kritik kita akan dipercaya oleh publik, ketika kita berbicara tentang ketidakadilan di luar sana," pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya