JEPARA — Tiga hari berlalu, tanpa sosok Sumarno terlihat menjalani rutinitas paginya.
Biasanya, pria 56 tahun itu turun dari lantai dua rumah yang ditumpanginya di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara, untuk bekerja sebagai juru parkir di Pasar Jepara 2.
Namun, pada Rabu (7/10) pagi, kecurigaan muncul ketika Sumarno tak kunjung terlihat.
Para warga yang mencoba memanggil dari lantai bawah pun tak ada jawaban.
Saat dicek ke lantai dua, Sumarno ditemukan telah tergeletak dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsek Jepara AKP A. Sulistiyono mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh saksi Bambang Trigono Susanto.
Disebutkan, setidaknya sudah tiga hari korban tidak turun dari lantai dua rumah milik Joko Suseno, yang merupakan saudara ipar korban.
"Saat saksi naik ke lantai dua dan mendapati korban sudah tergeletak. Kondisinya sudah membengkak dan dikerumuni lalat," ungkapnya, Rabu (7/10).
Setelah itu, Bambang turun dan menemui saksi lainnya, Udin.
Keduanya kemudian kembali ke lantai dua untuk memastikan kondisi korban.
Karena tidak berani mengangkat tubuh korban, Udin menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Jobokuto, Aipda Bhayu.
Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dr. Prasojo.
Diketahui tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Korban diduga meninggal akibat serangan jantung dan memiliki riwayat penyakit stroke.
AKP A. Sulistiyono menyampaikan, Sumarno diketahui tinggal seorang diri dengan menumpang di rumah tersebut.
Korban telah berpisah dengan istrinya, sedangkan anak-anaknya telah berumah tangga dan tinggal terpisah.
“Sehari-hari, korban bekerja sebagai juru parkir di Pasar Jepara 2. Biasa berangkat bekerja pada pagi hari,” pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa