MBG Prasmanan Mulai Diuji di Jepara, Food Waste Hari Pertama 0,8 Kilogram

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:17 WIB
PILOT PROJECT: MBG sistem prasmanan mulai diuji coba di SD Swasta Kanisius Jepara selama dua pekan. Hari pertama, food waste tercatat 0,8 kilogram.
PILOT PROJECT: MBG sistem prasmanan mulai diuji coba di SD Swasta Kanisius Jepara selama dua pekan. Hari pertama, food waste tercatat 0,8 kilogram.

 

JEPARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan mulai diuji coba di Kabupaten Jepara. SD Swasta Kanisius Jepara menjadi sekolah yang ditunjuk sebagai lokasi pilot project penerapan pola penyajian tersebut.

Pilot project mulai dilaksanakan Senin (5/10) dan dijadwalkan berlangsung selama dua pekan. Penerapannya menyasar siswa kelas IV dan V dengan total 25 siswa.

Korwil SPPG Kabupaten Jepara Muhammad Wildan Musthofa mengatakan, penerapan MBG prasmanan merupakan bagian dari proyek percontohan untuk melihat efektivitas pola penyajian makanan tersebut.

"Kebetulan di Jepara masuk project piloting. Sementara ini periodenya dua minggu," ungkapnya, Selasa (6/10).

Makanan Dikirim dari SPPG

Dalam skema tersebut, makanan disiapkan di SPPG Jepara Kauman 2 sebelum dikirim ke sekolah. Pada hari pertama, makanan berangkat dari SPPG sekitar pukul 08.30 WIB dan tiba di sekolah pukul 08.33 WIB.

Praktik prasmanan kemudian dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Siswa tidak sekadar menerima makanan yang telah diporsikan, tetapi juga terlibat dalam proses persiapan dan pemorsian dengan pendampingan pihak SPPG.

Menurut Wildan, pola tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda kepada siswa sekaligus meningkatkan antusiasme saat menerima MBG.

Namun, penerapan perdana juga menjadi bahan evaluasi. Salah satunya berkaitan dengan efisiensi waktu agar proses prasmanan tidak mengurangi jam belajar siswa.

"Kalau dari siswanya memang perlu adaptasi. Penyiapannya jangan sampai mengurangi jam sekolah siswa," imbuhnya.

Food Waste Tersisa 0,8 Kilogram

Dari sisi pelaksanaan, proses memasak pada Senin (5/10) selesai sekitar pukul 07.00 WIB dengan suhu makanan tercatat 124,4 derajat Celsius. Setelah tiba di sekolah, makanan disiapkan untuk mulai disajikan secara prasmanan pukul 09.00 WIB.

Suhu makanan saat mulai prasmanan tercatat 43 derajat Celsius. Sementara kegiatan makan selesai sekitar pukul 09.40 WIB dengan total holding time selama 120 menit.

Menu yang dibagikan pada hari pertama terdiri atas nasi putih, otak-otak asam manis, tahu fantasi, tumis sayur buncis wortel, serta buah anggur.

Dari sisi keamanan dan higienitas, hasil uji organoleptik dinyatakan layak. Para siswa, terutama yang membantu proses penyajian, juga mengenakan alat pelindung diri (APD).

Wildan menyebut kepuasan sementara pada masa awal pilot project berada di angka 3 dari 5. Kendati demikian, para siswa terlihat antusias mengikuti sistem prasmanan karena dilibatkan langsung dalam proses persiapan dan pemorsian.

Keterlibatan tersebut juga dinilai berdampak terhadap jumlah makanan yang tersisa. Pada hari pertama, food waste tercatat 0,8 kilogram.

Rinciannya, 0,5 kilogram berasal dari nasi atau karbohidrat dan 0,3 kilogram dari sayuran. Tidak terdapat sisa protein hewani, protein nabati maupun buah.

“Dari sisi food waste, makanan yang tersisa hanya 0,8 kilogram. Rinciannya terdiri atas 0,5 kilogram nasi atau karbohidrat dan 0,3 kilogram sayuran. Tidak terdapat sisa protein hewani, protein nabati, maupun buah atau makanan lainnya,” jelasnya.

Evaluasi Berlangsung Dua Pekan

Meski menunjukkan sejumlah hasil positif, penerapan sistem prasmanan masih membutuhkan pendampingan dari SPPG secara berkelanjutan.

Pendampingan diperlukan untuk mencegah miskomunikasi antara siswa yang bertugas dalam proses persiapan dan pemorsian makanan.

Evaluasi akan dilakukan selama dua pekan untuk menentukan efektivitas pola MBG prasmanan tersebut. Hasil evaluasi selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk penerapan lebih lanjut.

Rencananya, Wakil Bupati Jepara akan meninjau pelaksanaan pilot project tersebut pada Kamis (8/10). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung penerapan MBG prasmanan di SD Swasta Kanisius Jepara.

“Dari kami juga akan mendampingi,” pungkasnya. (fik/war)

Editor : M. Khoirul Anwar
sppg jepara MBG Prasmanan SD Swasta Kanisius Jepara MBG Jepara Makan Bergizi Gratis