JEPARA — Terduga pelaku dugaan pencabulan anak di Kecamatan Tahunan, mendatangi keluarga korban dan pendamping korban.
Kedatangan itu disebut sebagai upaya mengajak untuk berdamai. Terduga pelaku meminta perkara tidak dilanjutkan, hemat kata, laporan ditarik.
Namun, pihak keluarga ingin laporan polisi yang telah dibuat pada Jumat (25/9) lalu ke Polres Jepara itu, tetap berlanjut.
Pendamping korban, M. Falah, mengatakan terduga pelaku pertama kali datang ke rumah keluarga besar korban, pada Kamis (1/10) malam.
Dua hari kemudian, Sabtu (3/10) siang, terduga pelaku kembali mendatangi rumahnya.
Menurut Falah, kedatangan terduga pelaku di rumah keluarga korban yang masih berumur 10 tahun tersebut tidak disertai ancaman.
“Pelaku ingin berdamai dan perkara tidak dilanjutkan. Tidak ada ancaman, pelaku malah mengakui perbuatannya,” ungkapnya pada Minggu (4/10).
Falah menyebut, keluarga korban tidak ingin menganggap sepele perbuatan pelaku yang kini telah menginjak usia paruh baya.
Terlebih, menurutnya, terdapat perbedaan pandangan mendasar mengenai perbuatan yang telah dilakukan.
“Yang membuat keluarga prihatin, apa yang disampaikan pelaku, seperti menciumi anak, memeluk, bahkan memegang bagian tubuh sensitif anak, dianggap sebagai hal yang wajar,” geramnya.
Falah menegaskan, keluarga korban tidak ingin persoalan tersebut diselesaikan dengan cara damai.
Apabila terduga pelaku merasa tidak melakukan kesalahan, pembelaannya dapat disampaikan ke penyidik maupun saat persidangan.
“Kenapa harus datang ke keluarga korban? Kalau memang merasa tidak melakukan kesalahan, sampaikan saja kepada pihak berwajib. Biarkan proses hukum yang membuktikan,” tegasnya.
Saat ini, proses hukum perkara tersebut akan memasuki tahapan pemeriksaan saksi, serta pemanggilan terduga pelaku oleh Penyidik Polres Jepara.
Keluarga korban, berharap proses hukum berjalan dan kepentingan serta masa depan anak dapat terjamin.
Apalagi perkara tersebut berkaitan dengan dugaan perilaku seksual yang menyimpang.
“Dari keluarga, yang paling utama ya keadilan bagi korban. Masa depan anak-anak jangan sampai terancam karena perilaku seperti ini,” sebutnya.
Di sisi lain, dugaan mengenai korban tidak hanya satu juga mencuat.
Lantaran, terduga pelaku merupakan penjual jajan yang sering mangkal di sejumlah halaman sekolah.
Hal ini yang menjadi perhatian besar pihak keluarga. Dikhawatirkan insiden dapat berulang, apabila tidak ditangani secara serius.(fik)
Editor : Mahendra Aditya