Kisah Bulak Hilang Ditelan Abrasi Tak Ingin Terulang, Begini Solusinya!

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 07:32 WIB
TERKIKIS: Abrasi mengancam Desa Bulak Baru Jepara hingga 5-10 meter per tahun. Warga khawatir sejarah Bulak Lama kembali terulang.
TERKIKIS: Abrasi mengancam Desa Bulak Baru Jepara hingga 5-10 meter per tahun. Warga khawatir sejarah Bulak Lama kembali terulang.

 

JEPARA — Abrasi masih mengancam keberlangsungan Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Jepara. Pengikisan garis pantai di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 5 hingga 10 meter setiap tahun. Kondisi itu membuat warga khawatir sejarah Desa Bulak Lama kembali terulang.

Persoalan abrasi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam agenda Ngopi Bareng Petinggi di Desa Bulak Baru, Selasa (29/9).

Petinggi Bulak Baru Purwoko mengatakan abrasi di wilayahnya telah berlangsung selama puluhan tahun. Pengikisan pantai bahkan mulai menyentuh kawasan tambak garam yang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat.

Warga Khawatir Sejarah Bulak Lama Terulang

Bulak Baru merupakan kawasan relokasi warga Bulak Lama yang terdampak abrasi pada awal dekade 1980-an.

Seiring waktu, masyarakat membangun kehidupan baru di Bulak Baru. Sejumlah potensi ekonomi dikembangkan, mulai dari mebel, produksi garam hingga wisata pantai.

Namun, ancaman abrasi kembali muncul. Menurut Purwoko, warga tidak ingin kondisi yang dialami Bulak Lama kembali terjadi di desa mereka.

“Jangan sampai desa ini seperti Bulaklama yang hilang dan musnah,” tegasnya.

Mangrove Dinilai Belum Cukup

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi dampak abrasi. Di antaranya pembangunan penahan gelombang dan penanaman mangrove.

Purwoko menyebut penanaman mangrove belum cukup efektif apabila tidak disertai bangunan penahan gelombang. Bibit mangrove yang ditanam kerap rusak atau hilang ketika gelombang tinggi dan pasang terjadi.

“Kalau kami menanam mangrove, bibitnya setiap tahun mesti hilang karena kena gelombang. Kita tidak punya penahan gelombang seperti daerah yang memiliki batuan di pantainya,” ucapnya.

Menurutnya, karakter pantai Bulak Baru membutuhkan perlindungan yang lebih kuat agar pengikisan garis pantai dapat ditekan.

Giant Seawall Masih Menunggu Pemerintah Pusat

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan rencana pembangunan giant seawall hingga kini masih dalam proses dan menunggu pemerintah pusat.

Untuk penanganan yang berjalan di wilayah Jepara, pemerintah masih berfokus pada penanaman mangrove.

“Giant sea wall masih proses. Kalau di Jepara ini masih tahap penanaman mangrove,” ujarnya.

Selain konservasi pantai, pemerintah daerah juga menyiapkan intervensi infrastruktur serta pengembangan potensi ekonomi dan wisata Bulak Baru.

 

Editor : M. Khoirul Anwar
Bulak Baru Kecamatan Kedung giant seawall abrasi jepara pantai jepara