JEPARA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat atau Bu Rerie mendukung upaya pelestarian budaya pernikahan khas Jepara. Dukungan tersebut disampaikan dalam Seminar Tiga Pengantin Khas Jepara yang digelar HARPI Melati Jepara di Pendapa RA Kartini, Jumat (25/9/2026).
Lestari hadir secara daring dalam kegiatan yang memperkenalkan pengantin khas Jepara, yakni Jungpara, Samudra Mulya, dan Retno Kencono.
Menurut Lestari, pengenalan budaya daerah menjadi salah satu bentuk aktualisasi kecintaan terhadap daerah. Upaya tersebut juga dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat.
Budaya Daerah Dikenalkan kepada Generasi Muda
Lestari menilai pelestarian budaya perlu terus dilakukan agar generasi muda mengenal kekayaan daerahnya.
Seminar yang digelar HARPI Melati Jepara menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali budaya pernikahan khas Jepara kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya membahas tata rias dan busana pengantin, tetapi juga membawa pesan tentang identitas dan karakter budaya daerah.
Dukungan Lewat Program Empat Pilar
Ketua HARPI Melati Jepara Yana Faozi menyampaikan apresiasi atas dukungan Lestari melalui Program 4 Pilar Kebangsaan.
Menurut Yana, dukungan tersebut memberikan ruang bagi pelaku budaya untuk terus berkarya sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Jepara.
“Jepara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Karena itu, kita tidak ingin hanya menjadi pengguna budaya, tetapi juga harus menjadi pelaku, penjaga, sekaligus penerus budaya Jepara,” ujar Yana.
Pengantin Khas Jepara Didorong Lebih Dikenal
HARPI Melati Jepara berharap pengantin khas Jepara dapat dikenal lebih luas. Tidak hanya di Kabupaten Jepara, tetapi juga Jawa Tengah hingga tingkat nasional.
Pengenalan tersebut diharapkan turut memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang menjadikan budaya pernikahan khas Jepara sebagai bagian dari daya tarik wisata budaya.
Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno dan Kepala DP3AP2KB Jepara Mudrikatun yang mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Editor : M. Khoirul Anwar