Tangis Keluarga Iringi Kepulangan Korban KM Virgo 8 Asal Plajan Jepara

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:29 WIB
TABAH: Keluarga menyambut kepulangan alm. Mashudi (27), korban insiden KM Virgo Transport 8 asal Desa Plajan, Pakis Aji, pada Jumat (25/9).
TABAH: Keluarga menyambut kepulangan alm. Mashudi (27), korban insiden KM Virgo Transport 8 asal Desa Plajan, Pakis Aji, pada Jumat (25/9).

JEPARA — Tangis pecah di rumah duka Mashudi (27), warga Dukuh Karang Sondo RT 38/RW 6, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jumat (25/9).

Kepulangan korban KM Virgo Transport 8 ini menjadi akhir penantian keluarga, usai kabar duka datang dari tragedi tenggelamnya kapal yang mengangkut ratusan penumpang tersebut.

Sebelumnya Kapal feri penumpang dan kargo Ro-Ro tersebut tenggelam pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA atau 01.00 WIB setelah diterjang ombak besar di Perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 10.13 WIB.

Berdasarkan data manifest, jumlah penumpang KM Virgo Transport 8 mencapai 243 orang.

Jenazah Mashudi sendiri, tiba di rumah duka sekitar pukul 10.00.

Sebelumnya, tim Dinsospermades Jepara dengan ambulans RSUD Kartini menjemput jenazah di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Rombongan berangkat dari Jepara menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sekitar pukul 05.00.

Pada saat yang sama, jenazah dibawa menggunakan penerbangan Lion Air JT 543 dari Banjarmasin menuju Semarang.

Pesawat menempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit dan tiba di Bandara Ahmad Yani sekitar pukul 07.05.

Dari bandara, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Plajan.

Sesampainya di rumah, peti jenazah yang telah dibungkus rapat langsung disambut keluarga.

Istri Mashudi, Dwi Bintang (25), bersama anggota keluarga tak kuasa menahan tangis.

Pelukan diberikan kepada peti jenazah yang menjadi tempat terakhir Mashudi sebelum dimakamkan.

Para tetangga juga berdatangan. Mereka berusaha menguatkan keluarga yang ditinggalkan sembari memanjatkan doa.

Kepergian Mashudi menyisakan duka mendalam bagi Dwi Bintang.

Sebelumnya, perempuan 25 tahun itu masih menyimpan harapan, agar suaminya kembali ke rumah setelah menjalankan pekerjaannya mengantarkan muatan mebel Jepara ke Kalimantan tersebut.

Namun, kepulangan yang dinantikan akhirnya datang dalam suasana berbeda.

Bagi keluarga Mashudi, Jumat (24/9) merupakan menjadi hari ketika penantian berakhir, sekaligus duka dimulai.

Jenazah Mashudi rencananya dimakamkan di Pemakaman Mboto, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jumat (25/9) seusai salat Jumat.

Selain Mashudi yang telah ditemukan meninggal dunia, dua warga Jepara lainnya turut menjadi bagian dari tragedi tersebut dengan kondisi berbeda.

Ilham Mukhamad Rojab (21), warga RT 4/RW 1 Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, hingga kini masih dalam pencarian.

Sementara Abdul Kholeq (25), warga RT 4/RW 1 Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah sebelumnya sempat terombang-ambing di laut.(fik)

Editor : M. Khoirul Anwar
Korban KM Virgo selamat Korban KM Virgo Jepara Korban KM Virgo Meninggal Dunia Update perkembangan Pencarian korban KM Virgo desa plajan jepara