JEPARA – Dekranasda Kabupaten Jepara memiliki 90 industri kecil dan menengah (IKM) binaan. Dari jumlah tersebut, 30 IKM mulai mendapat pembekalan untuk memperluas akses pasar melalui Roadshow Business Matching 2026.
Kegiatan yang digelar Kamis (24/9/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya membuka peluang kemitraan dan akses ekspor bagi pelaku usaha Jepara.
Roadshow diinisiasi Pemkab Jepara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan Export Center Surabaya (ECS).
Akses Pasar Tak Hanya untuk Usaha Besar
Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Inez Hajar mengatakan produk Jepara memiliki modal untuk bersaing di pasar global.
Nilai ekspor Jepara pada 2025 mencapai sekitar Rp9,53 triliun. Furnitur kayu menjadi salah satu penggerak terbesar dengan nilai sekitar Rp3,29 triliun atau 34,5 persen dari total ekspor.
Produk furnitur kayu Jepara bahkan telah menjangkau 114 negara tujuan ekspor.
Menurut Inez, capaian tersebut harus menjadi dorongan agar semakin banyak IKM memperoleh kesempatan masuk pasar global.
Enam Aspek Kesiapan Diperhatikan
Sebanyak 30 IKM yang mengikuti kegiatan diminta memanfaatkan pembekalan untuk mengukur kesiapan usaha.
Aspek yang perlu diperhatikan antara lain legalitas, kualitas dan kapasitas produksi, kemasan, katalog, branding, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
“Dari 30 IKM yang mengikuti kegiatan ini, semoga semakin banyak yang mampu memenuhi standar ekspor, membuka akses pasar baru, dan membawa produk Jepara semakin dikenal di pasar internasional,” kata Inez.
Editor : M. Khoirul Anwar