JEPARA — Ahli waris korban meninggal dalam insiden KM Virgo Transport 8 berpotensi mendapatkan santunan sebesar Rp 70 juta.
Kepala Dinsospermades Jepara Muh Ali melalui Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS) Iman Bagus Sesulih mengatakan, santunan bagi korban meninggal berbeda dengan bantuan pengobatan yang diberikan kepada korban selamat.
Untuk korban yang meninggal dunia, nilai bantuan yang disiapkan mencapai Rp 70 juta bagi ahli waris.
Namun, hingga Rabu (23/9), bantuan tersebut belum dapat dipastikan pencairannya.
Pemerintah Kabupaten Jepara masih menunggu proses pencairan dari pihak terkait.
Hal itu juga berkaitan dengan dua warga Jepara yang hingga kini belum ditemukan, yakni Mashudi (27) asal Dukuh Karang Sondo RT 38/RW 6 Desa Plajan Pakis Aji.
Serta Ilham Mukhamad Rojab (21), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.
Keluarga kedua korban masih berada di lokasi dan menunggu perkembangan proses pencarian.
Pemerintah daerah juga masih menunggu informasi resmi mengenai status keduanya.
"Untuk dua warga Jepara masih belum ada kabar dan ada keluarga yang masih menunggu di sana. Masih menunggu info pastinya karena masih proses pencairan dari Basarnas," jelas Iman.
Sementara itu, satu warga Jepara lainnya, Abdul Kholeq (25), warga Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Kholeq telah kembali ke Jepara dan mendapatkan bantuan biaya pengobatan dengan plafon maksimal Rp 20 juta.
Dari bantuan tersebut, biaya pengobatannya tidak mencapai batas maksimal sehingga keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya.
Insiden KM Virgo Transport 8 terjadi setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 10.13 WIB.
Kapal mengalami insiden pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA atau 01.00 WIB setelah diterjang ombak besar di Perairan Masalembo, Laut Jawa.
Total data manifest penumpang kapal tersebut tercatat sebanyak 243 orang.
Hingga Rabu (23/9), Mashudi dan Ilham masih dalam proses pencarian.
Pemerintah Kabupaten Jepara terus menunggu perkembangan informasi dari tim yang menangani proses pencarian dan penanganan korban.(fik)
Editor : Mahendra Aditya