JEPARA — Kepulan asap membubung dari pabrik bahan baku obat nyamuk, milik PT Sinar Matahari Nasional, pada Senin (21/9).
Tepatnya yang berlokasi di Jalan Kyai Ronggomulyo, Sarimulyo, RT 04/RW 06, Pengkol V, Kelurahan Pengkol, Jepara.
Api membakar area produksi yang dipenuhi material mudah terbakar, seperti sekam hingga serbuk lainnya.
Petugas pemadam kebakaran pun harus berjibaku lebih dari dua jam untuk menjinakkan kobaran api, sebelum memasuki tahap pendinginan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara Samiadji mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal bersama manajemen operasional, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik.
"Karena banyak bahan yang mudah terbakar, kemudian menyulut api," katanya.
Secara dominan, material yang terbakar di antaranya bahan baku berupa batok kelapa.
Selain melahap material tersebut, kobaran api juga merusak sejumlah mesin yang berada di area pabrik.
Dari hasil pemeriksaan manajemen, total kerugian sementara ditaksir menyentuh miliaran.
"Kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar," jelasnya.
Saat kebakaran terjadi, aktivitas pekerja di dalam pabrik masih berlangsung. Namun, tidak ada pekerja yang mengalami luka maupun cedera dalam kejadian tersebut.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama lantaran material kering, mudah terbakar.
Petugas harus membuat sejumlah sekat menggunakan karung, untuk membatasi agar api tidak terus merembet ke bagian lain.
Selain itu, petugas juga mencampurkan deterjen ke dalam air yang digunakan untuk pemadaman.
Langkah tersebut dilakukan agar air lebih mudah mengikat material yang terbakar.
Lebih dari dua jam setelah proses pemadaman berlangsung, api akhirnya berangsur berhasil dikendalikan pukul 16.00.
Petugas melanjutkan proses pendinginan, untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Sebanyak tujuh armada pemadam kebakaran diterjunkan dalam penanganan tersebut, termasuk armada bantuan dari perusahaan swasta.
Sementara itu, mengenai asap yang ditimbulkan dari kebakaran, Samiadji menyebut tidak terdapat bahan kimia berbahaya yang terbakar.
Meski demikian, asap dari material yang terbakar tetap dapat mengganggu pernapasan.
Kebakaran tersebut hanya menghanguskan bagian area belakang pabrik.
Hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai, tidak ada korban jiwa.
Petugas juga memastikan api tidak kembali merembet k area lain di lingkungan pabrik.
"Saat peristiwa terjadi, ada aktivitas pekerjaan. Tapi tidak ada yang cedera," pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa