Wujud Kepedulian Lingkungan, MBK Ventura Gelar Pelatihan Kelola Sampah dan Salurkan 64 Tempat Sampah

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:54 WIB
PEDULI: Asisten Regional Manajer MBK Jawa Tengah III, Catur Suci Rahayu menyerahkan secara simbolis bantuan tempat sampah anorganik kepada Sekcam Jepara Abdul Muid, pada Jumat (18/9).
PEDULI: Asisten Regional Manajer MBK Jawa Tengah III, Catur Suci Rahayu menyerahkan secara simbolis bantuan tempat sampah anorganik kepada Sekcam Jepara Abdul Muid, pada Jumat (18/9).

JEPARA — Kepedulian terhadap lingkungan turut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat, yang diupayakan PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura.

Tak hanya memberikan akses permodalan bagi pelaku usaha, MBK Ventura juga mendorong masyarakat mulai mengelola sampah dari lingkungan rumah tangga.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, yang digelar di Aula Kecamatan Jepara, pada Jumat (18/9). 

Dalam kegiatan tersebut, MBK Ventura juga memberikan sebanyak 64 tempat sampah nonorganik. 

Itu dibagikan untuk desa dan kelurahan di Kecamatan Jepara, sebagai sarana mendukung pemilahan sampah di tingkat lingkungan.

Asisten Regional Manajer MBK Jawa Tengah III, Catur Suci Rahayu, menjelaskan MBK Ventura menjalankan model pembiayaan modal kerja tanpa agunan, utamanya bagi perempuan berpenghasilan rendah di Indonesia.

Model pembiayaan tersebut mengadopsi sistem tanggung renteng berbasis kelompok, yang terinspirasi dari konsep Grameen Bank.

Praktik cara pengolahan sampah rumah tangga.
BERDAYA: Praktik cara pengolahan sampah rumah tangga.

“Pembiayaan tanpa jaminan, kami membentuk kelompok. Modal kerja diberikan secara individu kepada debitur,” jelasnya.

Menurutnya, selain memberikan akses pembiayaan, MBK Ventura juga melakukan pendampingan seperti kegiatan pada hari Jumat (18/9).

Hal itu dilakukan agar modal yang diterima, dapat menunjang keberlangsungan usaha.

Setiap pengajuan pembiayaan, lanjutnya, juga dilakukan pemantauan terhadap usaha debitur. 

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pembiayaan tetap berjalan, sekaligus membantu debitur ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan usaha.

MBK Ventura juga menggandeng berbagai pihak untuk memberikan literasi keuangan kepada masyarakat, termasuk melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Literasi keuangan ini penting. Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan,” ucapnya.

ANTUSIAS: Para peserta pelatihan pengolahan sampah rumah tangga beserta PT. MBK Ventura dan Nusabersih.
ANTUSIAS: Para peserta pelatihan pengolahan sampah rumah tangga beserta PT. MBK Ventura dan Nusabersih.

Namun, pemberdayaan yang dilakukan MBK Ventura tidak berhenti pada sektor ekonomi. 

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian, melalui edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pelatihan dari Team Nusabersih (Yayasan Green Community Jepara).

Narasumber pelatihan, Arum, membagikan cara pengelolaan sampah rumah tangga.

Materi yang diberikan mencakup teknik dasar pengomposan, pengurangan sampah sejak dari sumbernya, hingga penerapan sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari di rumah, komunitas maupun lingkungan kerja.

Peserta juga dikenalkan dengan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, terutama sampah organik dan anorganik.

Sebagai bagian dari edukasi tersebut, MBK Ventura menyerahkan 64 tempat sampah nonorganik untuk digunakan di desa dan kelurahan di Kecamatan Jepara.

Suci mengatakan, pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat. Agar membantu mengatasi persoalan sampah.

Apalagi sampah rumah tangga menjadi porsi besar penyumbang sampah.

Penyampaian pelatihan pengolahan sampah dari Nusabersih.
PEDULI LINGKUNGAN: Penyampaian pelatihan pengolahan sampah dari Nusabersih.

“Yang pertama ini dapat dipilah-pilah, mana yang organik dan mana yang anorganik. Sehingga ke depan Jepara sendiri bisa terbantu persoalan klasik sampah,” imbuhnya.

Di samping itu, Suci juga menyampaikan, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan MBK Ventura tidak hanya berorientasi pada pembiayaan. 

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, mengurangi ketidaksetaraan gender, serta mendorong peningkatan kesehatan, sanitasi dan akses air bersih.

Di Jepara, layanan MBK Ventura saat ini didukung empat kantor cabang yang berada di Pecangaan, Bulu, Mlonggo dan Suwawal Timur.

Secara nasional, jaringan MBK Ventura membentang dari Sumatera Utara hingga Maluku dengan sekitar 1.020 cabang.

Suci menyebut pihaknya masih terus mengenalkan MBK Ventura kepada masyarakat. 

Sebab, lembaga pembiayaan tersebut dinilai belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat.

“Harapannya MBK semakin bisa memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat, bukan hanya melalui pembiayaan, tetapi juga program pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, kesehatan, pengentasan stunting dan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Jepara Abdul Muid berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Menurutnya, keberadaan lembaga keuangan nonbank yang memberikan akses permodalan, dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis.

Namun, akses pembiayaan tersebut perlu dibarengi dengan pemahaman literasi keuangan agar masyarakat mampu mengelola pinjaman secara bijak.

Dengan pengetahuan pengelolaan keuangan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan pembiayaan dengan kemampuan usaha dan kondisi keuangan masing-masing.

“Literasi keuangan penting agar masyarakat tidak tergiur dengan keinginan yang berlebih,” pungkasnya.

Sementara itu, bagi Sugiyanti (48), warga Kelurahan Bulu, Kecamatan Jepara, kegiatan tersebut menjadi pengalaman tambahan, di tengah aktivitasnya menjalankan usaha warung sembako dari rumah.

Usaha tersebut bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Dari warung yang dirintisnya, Sugiyanti perlahan mengembangkan perekonomian keluarga sekaligus memperluas interaksi dengan lingkungan sekitar.

Ia mengaku terbantu dengan akses pembiayaan modal usaha yang diperolehnya melalui MBK Ventura.

“Manfaatnya sudah saya rasakan. Buat modal dagang, usaha jadi tambah besar, Alhamdulillah,” ujarnya.

Selain mendapatkan akses pembiayaan, Sugiyanti juga berkesempatan mengikuti kegiatan pelatihan yang diberikan MBK Ventura.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan usaha. Pertemuan dengan sesama anggota juga menjadi ruang untuk bersilaturahmi dengan tetangga sekaligus menambah pengetahuan.

Bahkan, ia juga antusias mengikuti pelatihan pengolahan sampah.

"Ya bagus, di kampung saya biasa mendapatkan hadiah bahkan dari RT karena mau ikut menjaga kebersihan lingkungan. Ini menambah wawasan," pungkasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
MBK Ventura Bagikan tempat sampah Pelatihan pengolahan sampah MBK Ventura peduli lingkungan peduli sosial