Ternyata Ini Alasan Bupati Jepara Mutasi Sejumlah Kepala Dinas 

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 03:52 WIB
PENYEGARAN: Bupati Jepara Witiarso Utomo mendampingi menyerahkan SK terhadap para pejabat yang dilantik pada Jumat (18/9). Edy Marwoto duduki jabatan sebagai Kepala Disparbud setelah menjadi Kasatpol PP dan Damkar Jepara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
PENYEGARAN: Bupati Jepara Witiarso Utomo mendampingi menyerahkan SK terhadap para pejabat yang dilantik pada Jumat (18/9). Edy Marwoto duduki jabatan sebagai Kepala Disparbud setelah menjadi Kasatpol PP dan Damkar Jepara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Jabatan baru, amanah baru. Bupati Jepara Witiarso Utomo kembali melakukan penataan jabatan di lingkungan birokrasi. 

Sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama hingga pejabat administrator dan pengawas dilantik di Gedung Shima Setda Jepara, pada Jumat (18/9).

Mas Wiwit sapaan akrab Bupati Jepara menjelaskan maksud penataan ulang dan mutasi pejabat tersebut, tidak sekadar berkaitan dengan kebutuhan organisasi. 

Pemerintah daerah ingin memperkuat sumber daya manusia, yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang menjadi prioritas pelayanan masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian yang terus diperkuat.

Ia menyebut, kebutuhan tersebut salah satunya berkaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia di bidang kesehatan. 

Karena itu, jajaran staf ahli maupun asisten diharapkan memiliki pemahaman, yang dapat mendukung pembahasan persoalan kesehatan dalam rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

"Kami menginginkan jajaran staf ahli maupun asisten ini ada yang memahami seputar kesehatan. Sehingga setiap rakor lintas OPD yang diselenggarakan setiap Senin, ada yang memiliki basic seputar kesehatan," jelasnya.

Dalam penataan tersebut, Direktur RSUD RA Kartini dr. Tri Iriantiwi ditetapkan sebagai staf ahli. 

"Kami ingin ada yang dapat mengorkestrasi. Kami ingin dari Dirut RSUD menjadi Staf Ahli untuk menyumbangkan dan membantu bagaimana meningkatkan pelayanan, seperti di masing-masing puskesmas," imbuhnya.

Wiwit juga menekankan pentingnya integritas kepala puskesmas, agar standar pelayanan dapat berjalan secara konsisten.

"Soal kesehatan, yang pertama kami meningkatkan pelayanan di setiap puskesmas. Dari operasional dan jam buka, termasuk kepala puskesmas juga harus memiliki integritas yang sama," sebutnya.

Ia menambahkan, staf ahli dan asisten nantinya tidak hanya berfungsi memberikan masukan, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme kontrol terhadap kebijakan dan pelaksanaan program di wilayah kerja masing-masing.

Penataan jabatan tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan pendekatan manajemen talenta. 

Pemerintah daerah berupaya menempatkan pejabat sesuai kemampuan, pengalaman, serta kelebihan yang dimiliki. Sehingga dapat memberikan kontribusi lebih optimal terhadap pelayanan masyarakat.

"Sebelumnya pada Rabu (9/9) pelantikan dan mutasi jabatan eselon III dan IV itu bagian dari pendekatan layanan. Para pejabat dapat berdinas lebih dekat dengan domisili masing-masing," ujarnya.

Baca Juga: https://radarkudus.jawapos.com/jepara/2609180023/29-pejabat-pemkab-jepara-berganti-ini-daftar-lengkapnya 

Dalam keputusan pengangkatan jabatan pimpinan tinggi pratama, tercatat sembilan pejabat yang mendapatkan penugasan baru.

Seperti dr. Tri Iriantiwi dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. 

Hadi Sarwoko ditetapkan sebagai Direktur RSUD RA Kartini, sedangkan Diyar Susanto menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara.

Selanjutnya, Ali Hidayat menempati posisi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 

Edy Marwoto dipercaya memimpin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sementara Rini Patmini menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup ditempati Sridana Paminto. Kemudian Arif Darmawan menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, serta Samiadji dipercaya sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara.

Selain pejabat pimpinan tinggi pratama, terdapat pula penataan jabatan administrator dan pengawas. 

Di antaranya Hery Prasetyo sebagai Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. 

Posisi Sekretaris Kecamatan Keling ditempati Aries Nurwiyantoko, sedangkan Muhammad Adhi Prasetyo menjadi Sekretaris Kecamatan Kembang.

Sejumlah pejabat lainnya juga mendapat penugasan pada bidang pemerintahan, ketenteraman, pelayanan umum, lingkungan hidup, hingga pengelolaan keuangan dan perencanaan di sejumlah OPD serta kecamatan.

Penataan tersebut mencakup pula Muawiyah sebagai Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan Inspektorat, Kosrin sebagai Kepala Subbagian Perencanaan, Evaluasi dan Keuangan Dinas Kesehatan, serta Abdul Qorib sebagai Kepala Subbagian Perencanaan, Evaluasi dan Keuangan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sementara itu, Henny Herawati, Salamah, Rukayati, Haryoto, dan Musha masing-masing mendapat penugasan baru, pada sejumlah perangkat daerah dan kecamatan.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
Kepala dinas di Jepara dimutasi Direktur RSUD Kartini mutasi jabatan bupati jepara kepala dinas jepara