JEPARA — Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Jepara Karangkebagusan dihentikan sementara, setelah belasan siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu yang dibagikan, pada Rabu (16/9).
Sedikitnya 17 siswa maupun guru mengalami gejala mual, pusing, dan diare.
Mereka mengalami gejala keracunan tersebut usai menyantap menu dari MBG milik Yayasan Sarwo Apik Indonesia.
Meliputi tiga siswa SD Negeri Karangkebagusan dan SD Negeri Kauman sebanyak 11 siswa dan dua guru. Termasuk satu guru TK.
Sebelumnya, pada Senin (6/9) lalu, terdapat 106 siswa dan 12 guru dari tiga sekolah yang mengalami keluhan serupa.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMK-MA Nawa Kartika dan SDN 1 Srobyong, yang berada dalam cakupan layanan SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 1.
Kepala Sekolah SDN Kauman, Antonius Joko Pramono meminta penyedia makanan, dalam hal ini dapur SPPG, meningkatkan pengawasan di seluruh tahapan pengolahan makanan.
Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak hingga pengemasan sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.
Joko menegaskan, pengawasan terhadap kualitas makanan perlu dilakukan lebih ketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Selain itu, ia menyarankan adanya pemeriksaan quality control (QC) secara berkala.
Random sampling pun dinilai penting, sebelum MBG terdistribusi.
“Di samping itu, dari dinas atau pihak pengawas terkait bisa melakukan pengecekan secara acak atau sampling makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah, untuk memastikan makanan benar-benar aman," katanya.
Dalam kejadian tersebut, di SDN Kauman sebanyak 13 orang di sekolah tersebut mengalami keluhan kesehatan.
"Untuk siswa tadi ada 11 anak dan dari guru ada dua. Tiga belas ini yang merasakan pusing, mual, dan ada yang mengeluh perutnya sakit," resahnya.
Para siswa dan guru yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan.
Setelah diperiksa dan mendapatkan obat, seluruhnya diperbolehkan pulang.
Keluhan tersebut dialami siswa kelas III dan IV.
Sementara siswa maupun guru lainnya yang telah mengonsumsi makanan tidak menunjukkan keluhan serupa.
"Yang lain aman-aman saja. Belum ada laporan baru keluhan dari siswa yang lain. Termasuk beberapa guru yang sudah makan, dan saya juga mencicipi MBG, juga aman," ucap Joko.
Sebelumnya, insiden tersebut terjadi di tengah distribusi MBG dari SPPG Jepara Karangkebagusan milik Yayasan Sarwo Apik Indonesia.
SPPG tersebut melayani delapan sekolah yang terdiri atas tiga TK, tiga SD dan dua SMP, dengan total 2.688 porsi, yakni 2.319 porsi untuk siswa dan 369 paket program 3B.
Namun, beruntung, karena begitu muncul laporan keluhan, pihak SPPG langsung menarik menu yang telah didistribusikan.
Pihaknya berharap evaluasi tidak hanya dilakukan setelah muncul kejadian, tetapi menjadi bagian dari pengawasan rutin penyelenggaraan MBG.
"Harapannya ke depan lebih cermat lagi, karena ini menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya