JEPARA — Setelah terombang-ambing di tengah laut menggunakan sekoci, Abdul Kholeq (25) warga RT 4/RW 1 Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, Jepara, akhirnya berhasil diselamatkan.
Korban selamat dalam musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang terjadi pada Minggu (13/9) lalu.
Meskipun demikian, saat ini ia masih menjalani perawatan di Banjarmasin dan menunggu proses pemulangan ke Jepara.
Kondisi Kholeq dikabarkan berangsur membaik. Tinggal menunggu pemulangan.
Kendati demikian, karena kondisi otot kaki Kholeq putus, kini ia masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Serta harus menggunakan kursi roda.
Selain Kholeq, hingga Kamis (17/9) masih terdapat dua warga Jepara korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Meliputi warga Dukuh Karang Sondo RT 38/RW 6 Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji Mashudi (27).
Serta Ilham Mukhamad Rojab (21), warga RT 4/RW 1 Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.
Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS) Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Iman Bagus Sesulih, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi Kholeq.
Sekaligus perkembangan pencarian dua warga Jepara lainnya yang hingga kini belum ditemukan.
"Kami juga sudah mendampingi Wabup Jepara Gus Hajar, home visit ke rumah keluarga korban di Desa Mindahan, Bantrung dan Plajan. Juga diberikan bantuan sosial berupa tali asih logistik sembako dan uang tunai, bantuan dari PMI dan Baznas," ujarnya, Kamis (17/9).
Iman mengatakan, Pemkab Jepara terus berkoordinasi dengan BPBD Jepara, Basarnas, serta dinas sosial setempat.
Utamanya untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait proses kondisi kesehatan Kholeq. Serta informasi lanjutan dari dua korban lainnya, Ilham dan Hudi.
Lebih lanjut dijelaskan, untuk pemulangan Kholeq, Pemkab Jepara telah menyiapkan biaya perjalanan udara dari Banjarmasin menuju Bandara Juanda, Surabaya.
Setelah tiba di Juanda, Dinsospermasdes Jepara akan menjemput korban untuk selanjutnya dibawa pulang.
"Kalau pulang dibiayai Gus Hajar untuk tiket pesawat. Dinsos diminta jemput ke bandara," jelasnya.
Namun, proses pemulangan masih menunggu koordinasi dengan kepolisian setempat.
Kholeq saat ini masih berada di rumah sakit dan menunggu proses pendataan serta penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan manifest resmi, KM Virgo Transport 8 mengangkut total 243 orang, tiga di antaranya merupakan warga Jepara ini.
"Rencananya mau ditangani Polda, kemudian diinapkan di hotel. Kami masih menunggu informasi selanjutnya," imbuhnya.
Diketahui, tiga warga Jepara ini menumpang KM Virgo berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Mereka membawa dua armada truk yang mengangkut mebel. Untuk diantarkan kepada pembeli.
Di Jepara, lima hari berselang setelah insiden pada Minggu (13/9) di laut Jawa itu, keluarga Ilham dan Hudi masih menanti kabar dari proses pencarian.
Hudi sendiri sudah berkeluarga, dikaruniai satu orang anak berusia tiga tahun.
Sedangkan Ilham masih bujang. Belum menikah.
Sementara itu, Kholeq korban yang lebih dulu diketahui selamat, diketahui baru menikah dan istrinya kini tengah mengandung sekitar tiga bulan.
Pemkab Jepara memastikan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan.
Baik terkait pemulangan Kholeq maupun pencarian dua warga yang masih hilang.
"Kami terus berkomunikasi dengan otoritas terkait di sana. Mudah-mudahan ada kabar baik dan kedua korban yang masih dicari dapat segera ditemukan," pungkas Iman.(fik)
Editor : Mahendra Aditya