Pemkab Jepara Anjangsana ke Rumah Korban KM Virgo, Tanggung Biaya Tiket Pesawat untuk Pulang

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 17:08 WIB
PEDULI: Wabup Jepara M. Ibnu Hajar didampingi jajaran, melakukan anjangsana di rumah duka korban KM Virgo Transport 8 di rumah Abdil Kholeq di Desa Mindahan. Berlanjut ke korban lain di Desa Bantrung Kecamatan Batealit hingga Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Kamis (17/9). (KOMINFO JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
PEDULI: Wabup Jepara M. Ibnu Hajar didampingi jajaran, melakukan anjangsana korban KM Virgo Transport 8 di rumah Abdul Kholeq di Desa Mindahan. Berlanjut ke korban lain di Desa Bantrung Kecamatan Batealit hingga Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Kamis (17/9). (KOMINFO UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memberikan perhatian kepada tiga warganya, yang menjadi korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan wilayah perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9).

Berdasarkan manifest resmi, KM Virgo Transport 8 mengangkut total 243 orang, tiga di antaranya merupakan warga Jepara.

Meliputi warga Dukuh Karang Sondo RT 38/RW 6 Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji Mashudi (27).

Selain Mashudi, warga Jepara lainnya yang menjadi korban ialah Ilham Mukhamad Rojab (21), warga RT 4/RW 1 Desa Bantrung, Kecamatan Batealit. Hingga Kamis (17/9), keduanya masih belum ditemukan.

Sedangkan Abdul Kholeq (25), warga RT 4/RW 1 Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, otot kakinya putus. Kini ia masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar bersama sejumlah jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan anjangsana ke rumah keluarga korban, pada Kamis (17/9). 

Kunjungan dilakukan secara bergiliran, mulai dari kediaman keluarga korban di Desa Mindahan dan Desa Bantrung Kecamatan Batealit hingga Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji.

Pada kesempatan ini, diberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada pihak keluarga korban.

Gus Hajar—sapaan akrab Wabup Jepara—menegaskan, dari tiga warga Jepara yang menjadi korban, satu orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. 

Sedangkan dua lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara mengunjungi keluarga korban kapal Virgo yang tenggelam di laut Jawa, dekat Banjarmasin. Ada tiga warga Kabupaten Jepara yang menjadi korban," ucapnya.

KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kapal feri pengangkut barang dan penumpang tersebut bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9).

Sebelum hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA.

Kapal itu kemudian ditemukan terbalik, lalu tenggelam di dasar laut berkedalaman sekitar 30 meter di sekitar perairan Masalembo (sekitar 80–86 mil laut dari Banjarmasin).

Penyebab utamanya disebutkan karena hantaman cuaca buruk dan gelombang besar di tengah pelayaran.

"Kami berharap agar kedua korban (Ilham dan Hudi, red) yang belum ditemukan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kembali bertemu serta berkumpul dengan keluarga," singkatnya. 

Gus Hajar menyebut, korban yang selamat usai terombang-ambing selama berjam-jam di atas sekoci. Sedangkan proses pencarian kedua korban lain, masih terus dilakukan. 

Pemkab Jepara juga terus berberkoordinasi dan berkomunikasi, dengan pemerintah daerah setempat maupun Basarnas guna memperoleh perkembangan terbaru.

"Mudah-mudahan ada kabar baik. Sudah lima hari belum ditemukan. Kami berharap ada keajaiban dari Allah, dua korban Mas Ilham dan Mas Hudi bisa ditemukan dalam keadaan selamat," tuturnya.

Selain memberikan dukungan moril, Pemkab Jepara juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada keluarga korban.

Pemkab juga memastikan akan membantu proses pemulangan Kholeq, yang saat ini masih berada di Banjarmasin untuk menjalani perawatan.

"Kami sudah sampaikan ke Mas Kholeq, agar biaya pemulangan dapat kami tanggung. Dari Banjarmasin ke Bandar Udara Internasional Juanda dapat kami tanggung dan bisa kami jemput di bandara," jelasnya.

Kholeq diketahui mengalami luka pada bagian kaki akibat musibah tersebut. 

Kondisinya saat ini masih menggunakan kursi roda.

Untuk proses pemulangan, Pemkab Jepara masih menunggu koordinasi dengan kepolisian setempat. 

Setelah pendataan dan penanganan selesai, korban akan dipulangkan ke Jawa.

Ia juga menegaskan, Pemkab Jepara akan terus menjalin komunikasi dengan otoritas terkait di Banjarmasin. 

Supaya dapat memantau perkembangan kondisi Kholeq maupun proses pencarian dua warga Jepara yang masih hilang.

Mereka merupakan sopir yang hendak mengantarkan mebel ke Banjarmasin.

Musibah ini menyisakan duka bagi keluarga di Jepara, terutama keluarga dua korban yang hingga kini masih menanti kepastian keberadaan Ilham dan Hudi.

“Masih berkoordinasi terus. Mas Kholeq juga akan diinapkan di hotel oleh pemerintah setempat, didata, sebelum akhirnya pulang ke Jepara. Tiketnya (pesawat, red) akan kami tanggung,” pungkasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
Kecelakaan Kapal Laut Jawa KM Virgo Transport 8 Korban KM Virgo selamat Pencarian korban KM Virgo Korban KM Virgo Jepara