Cuaca Buruk, Tiga Jadwal Pelayaran Jepara-Karimunjawa Batal, Enam TB dan Tongkang Berlindung

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:49 WIB
SIAP BERLAYAR: KMP Siginjai mulai berlayar lagi, menyeberang ke Karimunjawa pada Sabtu (27/12) pukul 07.15.
TAK BERLAYAR: KMP Siginjai tak berlayar pada Senin-Selasa (14-15/9) imbas cuaca buruk dan gelombang tinggi. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS

JEPARA — Cuaca buruk berimbas terhadap aktivitas pelayaran di perairan Jepara-Karimunjawa. 

Kondisi ini membuat sedikitnya tiga jadwal pelayaran kapal penumpang, pada Senin (14/9) dibatalkan.

Dua jadwal pelayaran KMC Express Bahari yang dioperasikan PT Pelayaran Sakti Inti Makmur off. Meliputi keberangkatan rute Jepara-Karimunjawa pukul 07.00 WIB serta Karimunjawa-Jepara pukul 11.00 WIB.

Selain Express Bahari, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mengumumkan KMP Siginjai tidak dapat berlayar. 

Pelayaran rute Jepara-Karimunjawa pergi-pulang (PP) dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIB dinyatakan off, lantaran kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Pengumuman ASDP tersebut berlaku untuk jadwal pada Senin-Selasa (14-15/9).

Tak hanya itu, kondisi cuaca buruk juga berdampak terhadap aktivitas kapal-kapal lain yang melintasi perairan Jepara. 

Sebanyak enam kapal tugboat (TB) dan enam kapal tongkang memilih berlindung, menghindari gelombang ganas.

Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara Distrik Navigasi Semarang Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Edi Pitono menyampaikan, keputusan itu berkaitan dengan adanya peringatan tinggi gelombang dari BMKG.

Pembatalan sejumlah pelayaran ini menjadi langkah antisipasi terhadap risiko keselamatan di laut. 

Menurutnya, kondisi gelombang terpantau cukup tinggi. 

Saat perjalanan KMP Siginjai dari Karimunjawa - Jepara pada Minggu (13/9), gelombang mencapai 2,5 hingga 3 meter. 

Saat itu cuaca cerah, dengan angin dari timur berkecepatan sekitar 35 knot atau 64,82 kilometer per jam.

“Ada peringatan gelombang tinggi dari BMKG. Kemarin (13/9), KMP Siginjai real gelombang sampai tiga meteran dan hingga kini enam tugboat dan enam tongkang yang berlindung di sekitar Jepara,” ungkapnya, Senin (14/9).

Lebih lanjut disebutkan keenam kapal yang terdampak. Di antaranya TB Prima 7 yang berlindung, setelah sebelumnya berada dalam perjalanan dan melakukan pengisian air tawar di Dermaga Jepara. 

Kemudian TB Bomas Synergi dari Batang menuju Banjarmasin yang meminta berlindung sekitar 4,5 mil laut sebelah utara Jepara. Saat itu angin dari tenggara mencapai 31 knot dengan gelombang sekitar dua meter.

Berikutnya TB Biak 31 rute Semarang-Tanjung Selor. Kapal ini membawa 13 orang dan dilaporkan berada pada posisi sekitar perairan Jepara.

Ada pula TB Ibu Kita rute Semarang-Banjarmasin yang berlindung dengan menarik tongkang bermuatan kosong.

Selanjutnya Royal TB 27 rute Dumai-Banyuwangi yang pada Senin (14/9) meminta izin bersandar di perairan Jepara karena cuaca buruk. 

Kapal tersebut menarik tongkang Royal 27 dengan muatan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan membawa 14 orang.

Satu kapal lainnya yakni TB Kharisma Bahari 138 rute Semarang-Berau, Kalimantan Timur. Kapal ini menarik Tongkang Kharisma Bahari 88 bermuatan kosong dan berlindung sekitar 2,5 mil di sebelah barat Pulau Panjang, Jepara.

SROP Jepara terus memantau perkembangan kondisi pelayaran, serta informasi cuaca untuk memastikan keselamatan kapal, kru, serta penumpang.

"Ini belum masuk musim angin Baratan, masih angin Timuran," singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Deni Hendarko menyebutkan, kondisi cuaca buruk yang berdampak terhadap aktivitas pelayaran tidak hanya terjadi di perairan Jepara. 

Berdasarkan peringatan dini BMKG, gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di enam kawasan perairan Jawa Tengah, yakni Karimunjawa bagian barat dan timur, Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, serta Pati-Rembang. Peringatan tersebut berlaku Senin-Rabu (14-16/9). 

“Jadi kondisi ini bukan hanya di Jepara. Cuaca dan gelombang tinggi juga terjadi di sejumlah wilayah perairan lainnya,” ucapnya. 

Kondisi serupa juga terjadi di perairan selatan Jawa Tengah. BMKG memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di perairan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. 

Di Jawa Timur, sejumlah perairan seperti Pacitan hingga Banyuwangi juga masuk kategori gelombang tinggi 2,5–4 meter. 

Deni juga menyampaikan, pembatalan pelayaran di Jepara-Karimunjawa, semata-mata mempertimbangkan keselamatan para penumpang.

Di lain tempat, duka kembali menyelimuti Tanah Air. Pasalnya, KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa dihantam ombak, terguling.

Hingga Senin (14/9) pagi, Basarnas mengumumkan, jumlah terevakuasi setidaknya 114 jiwa.

Enam orang ditemukan meninggal dunia, dan sekitar 129–130 orang masih dalam pencarian.(fik)

Editor : Ali Mustofa
Pelayaran Jepara-Karimunjawa off Wisatawan gagal berangkat express bahari kmp siginjai cuaca buruk gelombang tinggi kapal tongkang berlindung