JEPARA — Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jepara menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) Kabupaten Jepara 2026, pada Minggu (13/9).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda Hindu, untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Ketua PHDI Kabupaten Jepara, Ngarbianto, menjelaskan kegiatan UDG menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehinduan sejak usia dini.
Nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pembinaan generasi muda penting dilakukan secara berkelanjutan.
Terlebih, anak-anak dan remaja merupakan generasi yang akan melanjutkan keberlangsungan kehidupan umat Hindu di masa mendatang.
UDG Jepara 2026 mengusung tema “Wadah Generasi Muda Hindu untuk Berkarya, Berprestasi, dan Mengamalkan Dharma.”
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa-siswi Hindu dan remaja Hindu di Jepara, untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Sembilan cabang perlombaan dan 12 kategori. Peserta terbagi dalam tiga kategori usia, yakni anak-anak berusia 7-13 tahun, remaja 14-20 tahun, serta dewasa 21-40 tahun,” jelasnya.
Sejumlah cabang perlombaan di antaranya Utsawa Membaca Sloka, Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia, serta Utsawa Dharma Wacana Bahasa Inggris.
Selain itu, terdapat lomba Utsawa Menghafal Sloka, Utsawa Dharmac arita atau seni bercerita storytelling budaya keagamaan Hindu, hafalan doa sehari-hari atau Dainika Upasana, serta Utsawa Dharmavidya.
Ragam perlombaan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta, untuk mengembangkan kemampuan yang berbeda-beda.
Mulai dari kemampuan membaca dan menghafal sloka, berbicara di depan umum, bernyanyi, bercerita, hingga memahami pengetahuan keagamaan Hindu.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda Hindu diharapkan semakin berani tampil, mampu mengembangkan bakat, memperkuat sraddha dan bhakti, serta meraih prestasi.
UDG juga diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan karakter.
Ngarbianto menekankan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkarya sekaligus mengamalkan dharma.
Dengan demikian, nilai-nilai kehinduan dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kehidupan masyarakat Jepara.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Jepara, Disdikpora, Kemenag Jepara dan OPD terkait. Terutama Pak Agung bagus Kade kusimantara selaku pembina PHDI Jepara,” tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya