JEPARA — Memasuki usia ke-22 tahun, SMK Walisongo Pecangaan Jepara, terus mendorong pengembangan potensi dan keterampilan peserta didik.
Usia bukanlah jalan yang pendek. Namun perjalanan panjang yang penuh dengan harapan. Perjalanan yang terus berlanjut, untuk mengantar masa depan anak bangsa, menuju kehidupan yang lebih baik.
Tak hanya dipersiapkan untuk cerdas secara akademik, namun juga mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal maupun nasional, tetapi hingga panggung internasional.
Kepala SMK Walisongo Jepara Irbab Aulia Amri mengatakan, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangunkan dan mengembangkan talenta yang dimiliki para siswa.
Karena itu, pihaknya mengusung visi agar SMK Walisongo mampu mendunia.
"Harapannya apa yang kami proses di sini bisa menembus dunia. Lulusan tidak hanya menjadi tenaga kerja profesional di perusahaan multinasional, tetapi juga mampu bekerja di tingkat internasional maupun luar negeri," ungkapnya, seusai peringatan Harlah pada Sabtu (12/9).
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil.
Saat ini, terdapat setidaknya tujuh alumni SMK Walisongo Jepara yang telah bekerja di luar negeri. Enam orang berada di Jepang, sedangkan satu alumni lainnya bekerja di Korea.
Menurut Irbab, momentum hari ulang tahun ke-22 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar SMK Walisongo.
Semangat yang dibangun yakni one team, together we grow. Dengan menjaga kekompakan dan menyatukan tujuan untuk mengantarkan lulusan berkualitas.
Rangkaian harlah tahun ini dikemas dengan sejumlah kegiatan.
Diawali Khotmil Qur’an dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat sebagai puncak acara.
Dalam momentum tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus Ikatan Alumni SMK Walisongo.
"Ini menjadi ajang silaturahmi alumni yang sudah banyak kami keluarkan. Mereka bisa saling berbagi pengalaman dan ilmu, sekaligus menguatkan relasi sosial maupun ekonomi," jelasnya.
Kemeriahan harlah juga diisi festival kuliner.
Para kelompok didorong menyiapkan dan memasarkan berbagai produk makanan maupun minuman, termasuk kuliner khas tradisional melalui stan yang disediakan.
Selain itu, SMK Walisongo membuka layanan servis sepeda motor gratis bagi masyarakat, khususnya keluarga besar Yayasan Walisongo.
Kegiatan tersebut dilengkapi pertunjukan musik dan percussion sebagai bagian dari rangkaian perayaan.
Irbab menjelaskan, SMK Walisongo Jepara berdiri pada 2004 dan kini telah meluluskan sekitar 17 angkatan.
Setiap lulusan juga terus didata melalui tracer study, untuk mengetahui keberlanjutan mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
Berdasarkan data yang dimiliki sekolah, lebih dari 60 persen lulusan masuk dunia kerja, sekitar 10 persen melanjutkan kuliah, sedangkan sisanya memilih berwirausaha.
Untuk memperkuat arah pendidikan tersebut, sekolah memiliki empat program utama.
Pertama, program SMK Go Global yang menjadi ikhtiar untuk mengantarkan lulusan ke panggung internasional. Salah satunya dengan menambahkan pembelajaran bahasa Jepang di seluruh jenjang kelas.
Sekolah juga menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memiliki kredibilitas, menjalin nota kesepahaman dengan perusahaan internasional di Jepang dan Korea, serta memberikan bimbingan teknis bagi siswa yang akan mengikuti program magang ke Jepang.
Persiapannya meliputi fisik, psikotes, pemeriksaan kesehatan, bahasa hingga pemahaman budaya Jepang.
Program berikutnya ialah kelas industri. Siswa yang masuk program tersebut melalui proses seleksi, mulai dari aspek fisik, kepribadian hingga akademik.
Mereka kemudian didorong memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sehingga dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan resmi, baik berskala multinasional maupun internasional.
Program lainnya yakni penguatan karakter dan budaya pesantren. Program tersebut diarahkan untuk menanamkan kultur serta pembiasaan positif kepada siswa, terutama dalam membangun sikap dan karakter.
"Karena sekarang yang dibutuhkan bukan hanya lulusan yang pintar, tetapi juga lulusan yang memiliki attitude dan karakter yang baik," katanya.
Di samping itu juga terdapat program sukses BMW, yakni Bekerja, Melanjutkan (Pendidikan) dan Berwirausaha.
Program ini disiapkan sesuai dengan peminatan siswa. Untuk jalur bekerja, sekolah memberikan bimbingan teknis kebekerjaan, memperkuat link and match dengan dunia industri, serta memberikan pembelajaran psikotes.
Penguatan juga dilakukan melalui pelajaran matematika, olahraga untuk menunjang kesiapan fisik, serta public speaking sebagai bekal menghadapi proses wawancara kerja.
Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekolah memberikan bimbingan mata pelajaran yang diujikan dalam seleksi.
Termasuk penambahan jam pelajaran, penyediaan modul ajar dan latihan tes yang berkaitan dengan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Sedangkan bagi siswa yang memilih jalur kewirausahaan, sekolah mendorong penguatan kemampuan manajemen usaha.
Siswa dibentuk dalam kelompok untuk mengembangkan Usaha Bersama (UB), mulai dari menyusun business plan, menentukan produk, hingga mengelola usaha.
"Manajemennya kami dorong, baik secara online maupun offline. Mereka juga kami beri kesempatan mempresentasikan usaha yang dibuat," tuturnya.
Melalui berbagai program tersebut, SMK Walisongo Jepara ingin memastikan lulusan memiliki jalur masa depan yang jelas, baik bekerja, melanjutkan pendidikan maupun membangun usaha sendiri.
"Kami ingin SMK mendunia. Mampu menembus peluang tidak hanya lokal, tetapi juga bersaing lebih luas, di kancah Internasional," pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya