Pemilik Lahan Kawasan Langgar Bubrah H. Khafidz Berkenan Tanahnya Diteliti, Pemda Bersurat ke BRIN

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:54 WIB
BERNILAI SEJARAH: Peneliti dari BRIN saat meninjau temuan relief dengan ukiran pada kedua sisi dari Langgar Bubrah, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, pada Selasa (4/8).  (HISYAM UNTUK RADAR KUDUS)
BERNILAI SEJARAH: Peneliti dari BRIN saat meninjau temuan relief dengan ukiran pada kedua sisi dari Langgar Bubrah, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, pada Selasa (4/8).  (HISYAM UNTUK RADAR KUDUS)

KALINYAMATAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai mendorong penelitian lebih lanjut terhadap temuan arkeologis di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan. 

Pemkab Jepara bahkan telah mengirimkan surat permohonan kajian kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar menyebutkan, surat tersebut menjadi wujud keseriusan Pemkab Jepara, agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap temuan di kawasan yang disebut Langgar Bubrah, Desa Kriyan.

Dalam surat bernomor 400.6.2/296 tertanggal 10 September 2026 itu, Pemkab Jepara menindaklanjuti temuan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) berupa batu bermotif di kedua sisi. 

Uniknya, temuan itu bermotif Kalabhairawa dan perempuan surgawi yang sedang berdendang. Termasuk motif Sulur-suluran di baliknya.

BERSEJARAH: Motif Kalabhairawa dan Apsara (diyakini sebagai perempuan surgawi) dengan wajah yang telah mengalami pengrusakan.
BERSEJARAH: Motif Kalabhairawa dan Apsara (diyakini sebagai perempuan surgawi) dengan wajah yang telah mengalami pengrusakan.

Secara trajektori ini menjadi penting. Lantaran, di kawasan Langgar Bubrah juga masih terdapat hamparan temuan susunan bata kuno. 

Ukurannya pun tak biasa. Bata-bata tersebut memiliki ukuran besar, berbeda dari bata modern yang cenderung berukuran kecil. 

Hamparan temuan ini juga masih banyak yang terkubur. Bahkan di bawah rumah-rumah warga dan tanah masyarakat setempat.

"Pemilik tanah yakni H. Abdullah Khafidz telah memberikan izin jika dilakukan kajian penelitian lebih lanjut," sebutnya dalam surat.

Dengan adanya izin dari pemilik lahan, Pemkab Jepara berharap proses penelitian dapat dilakukan lebih mendalam. Utamanya oleh para ahli di BRIN.

Langkah awal ini juga sebagai upaya untuk memastikan, apakah perlu dilakukan ekskavasi terhadap temuan-temuan arkeologis yang berada di lokasi tersebut.

Sebelumnya, Bupati Jepara Witiarso Utomo pun telah meninjau kondisi temuan hamparan struktur bata kuno di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan pada Kamis (16/7).

Mas Wiwit mendukung upaya pelestarian temuan di Kriyan, serta mengamini pembuatan galeri ataupun museum di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan. 

MENDETAIL: Motif Sulur-suluran di balik motif Kalabhairawa dan Apsara, batu berukir pada kedua sisi ini ditemukan di Kriyan, Kalinyamatan.
MENDETAIL: Motif Sulur-suluran di balik motif Kalabhairawa dan Apsara, batu berukir pada kedua sisi ini ditemukan di Kriyan, Kalinyamatan.

Tempat itu diproyeksikan dapat menjadi cermin untuk melihat kiprah Ratu Kalinyamat.

Melengkapi episode sejarah abad ke-16 di Masjid dan Makamnya di Mantingan, Kecamatan Tahunan.

Peninjauan terhadap lokasi tersebut juga telah dilakukan sejumlah pihak. 

Peneliti dari BRIN beserta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan tinjauan di kawasan Langgar Bubrah Desa Kriyan pada Selasa (4/8). 

Lokasi ini merupakan tempat ditemukannya ornamen dua sisi bermotif Kalabhairawa serta sulur-suluran beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah Riris Purbasari dan tim peneliti BRIN juga telah meninjau lokasi dan temuan relief batu dua sisi di Desa Kriyan pada Minggu (2/8).

Pemkab Jepara kini menunggu tindak lanjut dari BRIN atas permohonan kajian tersebut. 

Diharapkan, penelitian dapat memberikan gambaran lebih jelas, mengenai temuan di Kriyan. Sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pelestarian dan pengembangan kawasan tersebut ke depan.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
Kerajaan Kalinyamat Motif Kalabhairawa Tenuan Kriyan Ratu Kalinyamat