JEPARA — Sejumlah 106 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Jepara diduga keracunan, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mereka dilaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah makan MBG dari SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 1, pada Senin (7/9).
Meski sempat mengalami keluhan, sebagian siswa masih mengikuti kegiatan belajar mengajar dan kembali menerima MBG pada Selasa (8/9).
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara, M Musthofa Wildan, mengatakan laporan mengenai gangguan kesehatan tersebut diterima pihaknya pada Senin (7/9) malam.
Laporan kemudian dikonfirmasi, pada Selasa (8/9) setelah pihak sekolah menyampaikan adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan pencernaan.
“Selasa pagi sekolah mengabarkan, ada beberapa siswa yang mengalami gangguan pencernaan, seperti mual, mulas, dan diare,” ungkapnya, Rabu (9/9).
Berdasarkan pendataan yang dilakukan, terdapat 106 siswa dan 12 guru dari tiga sekolah yang mengalami keluhan serupa.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMK-MA Nawa Kartika dan SDN 1 Srobyong.
Meski demikian, Wildan menyebut, kondisi para siswa yang mengalami keluhan relatif baik.
Tidak ada siswa maupun guru yang harus menjalani rawat inap maupun mendapatkan perawatan medis. Tidak diberikan pengobatan khusus.
“Tidak ada yang rawat inap. Mereka masih bisa beraktivitas dan pada Selasa (8/9) pagi masih bersekolah,” ujarnya.
Namun, pihaknya tetap melakukan pendataan terhadap penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan, sebagai bagian dari penanganan sesuai prosedur operasional standar (SOP).
“Setelah mendapat laporan, kami membuat form pendataan kepada penerima manfaat yang mengalami keluhan,” jelasnya.
Di sisi lain, SPPG juga melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang disajikan pada Senin (7/9).
Sampel tersebut diperiksa untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan yang berkaitan dengan keluhan kesehatan, yang dialami para penerima manfaat.
Saat ini, pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan di Labkesda.
Belum dapat dipastikan penyebab gangguan pencernaan yang dialami para siswa dan guru tersebut.
“Ini masih menunggu hasil dari Labkesda. Kami tetap menjalankan SOP apabila ada laporan seperti ini, termasuk melakukan uji sampel,” katanya.
SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 1 yang berada di bawah Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah tersebut melayani sekitar 1.650 penerima manfaat, termasuk peserta didik dan Bumil, Busui dan Balita (B3).
Adapun menu MBG yang dibagikan pada Senin (7/9) terdiri atas nasi, ayam bakar taliwang, tahu goreng, serta lalapan berupa timun dan kemangi.
Sementara itu, SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 1 untuk sementara ditutup sejak Rabu (9/9).
Penutupan sementara dilakukan dalam rangka penanganan dan evaluasi, menyusul adanya laporan gangguan kesehatan dari sejumlah penerima manfaat.(fik)
Editor : Mahendra Aditya