Minat Pelatihan Kerja Menjahit Masih Jadi Primadona, Jumlah Pelatihan Tak Sebanding dengan Kebutuhan

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:34 WIB
ISTIRAHAT: Sejumlah pegawai di PT Jiale Indonesia Textile tengah beristirahat. Minat pelatihan garmen, menjahit hingga textile di BLK Pecangaan membeludak, karena serapan kerja di pabrik Jepara tinggi. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ISTIRAHAT: Sejumlah pegawai di PT Jiale Indonesia Textile tengah beristirahat. Minat pelatihan garmen, menjahit hingga textile di BLK Pecangaan membeludak, karena serapan kerja di pabrik Jepara tinggi. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Minat masyarakat Jepara untuk mengikuti pelatihan kerja masih cukup tinggi. 

Bidang menjahit, garmen, dan tekstil menjadi jenis pelatihan yang paling banyak diminati. 

Hal ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara.

Kepala Diskopukmnakertrans Jepara Zamroni Lestiaza menyebutkan, survei minat pelatihan tersebut dilakukan pada 2026 melalui tautan yang dicantumkan di website yokerjo.jepara.go.id.

Isian pelatihan yang diinginkan, menjahit, garmen dan tekstil menjadi pilihan tertinggi dengan 998 responden. 

Disusul kreator digital, desain dan IT sebanyak 359 responden, produksi dan pekerjaan pabrik 269 responden, serta tata rias dan kecantikan 213 responden.

Minat lainnya yakni tata boga dan kuliner 184 responden, teknik las dan fabrikasi 168, otomotif dan mesin 130, administrasi, akuntansi dan perkantoran 116, listrik, AC dan elektronika 84, serta ukir, kayu dan furniture 36 responden.

Kemudian bisnis, marketing dan kewirausahaan 26 responden, bahasa dan komunikasi 19, sablon dan printing 16, keamanan 10, serta pertanian dan peternakan, K3 dan keselamatan kerja, dan transportasi dan mengemudi masing-masing delapan responden. Sementara bangunan dan engineering diminati empat responden.

“Ini hasil survei kami pada 2026, melalui link yang kami cantumkan di website yokerjo.jepara.go.id. terdapat setidaknya 2.768 responden,” ungkapnya.

Zamroni mengatakan, hampir semua jenis pelatihan yang ditawarkan memiliki peminat. 

Pendaftaran dilakukan secara online, kemudian peserta diseleksi.

“Yang sudah pernah ikut pelatihan tidak bisa ikut lagi,” ucapnya.

Untuk pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), setiap paket diikuti 16 orang. 

Tahun ini terdapat lima paket, dengan pelaksanaan pelatihan berlangsung sekitar 16-20 hari.

Program tersebut telah berjalan sejak Juli dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun. 

Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian menyesuaikan jenis pelatihan. Sejumlah pelatihan di antaranya menjahit, AC dan listrik, serta las.

Selain pelatihan di BLK, Diskopukmnakertrans juga memiliki tujuh paket pelatihan yang dilaksanakan di kantor dinas. Masing-masing paket diikuti 20 orang.

Berbeda dengan pelatihan di BLK, program tersebut memiliki durasi lebih singkat, yakni sekitar empat hingga lima hari, dengan orientasi pada pelatihan kewirausahaan.

“Kesempatan ini kami mendata, mereka mau langsung mencari pekerjaan baru atau mengikuti pelatihan dulu. Kami menyampaikan informasi, ada pelatihan yang belum dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, pendataan melalui survei tersebut menjadi salah satu cara untuk melihat kebutuhan masyarakat, sekaligus menyesuaikan pelatihan dengan minat dan kebutuhan calon peserta.

Meskipun, kuota pelatihan yang ada belum dapat mengakomodir semua minat pengisi survei. Namun, paling tidak rancangan kegiatan dapat dirumuskan sesuai dengan kebutuhan para pencari kerja.

Kendati demikian, Zamroni menyebut, masyarakat juga dapat mengakses sejumlah LPK yang terdapat di Kabupaten Jepara secara mandiri.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
Diskopukmnakertrans Jepara Latihan Kerja Jepara BLK Pecangaan Pelatihan menjahit dan garmen Pabrik jepara