Sempat Jadi Mainan Anak-anak, Limbah Medis dengan Jarum dan Sisa Darah Ditemukan di Jepara

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:29 WIB
MENUMPUK: Kondisi limbah media saat ditemukan pada Selasa (1/9) di Jerukweni, Desa Banyumanis, Donorojo. (WARGA UNTUK RADAR KUDUS)
MENUMPUK: Kondisi limbah media saat ditemukan pada Selasa (1/9) di Jerukweni, Desa Banyumanis, Donorojo. (WARGA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA - Temuan yang cukup mengkhawatirkan terjadi di sekitar lingkungan MTs Assafiyah Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.

Dua karung berisi limbah medis ditemukan di samping pagar sekolah pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Lokasi penemuan berada di Dukuh Jerukkweni RT 01/RW 07, Desa Banyumanis.

Limbah tersebut terdiri dari berbagai barang bekas pelayanan medis, mulai dari alat suntik, botol obat, termos obat hingga plastik pembungkus syringe.

Yang membuat temuan ini semakin mengkhawatirkan, sejumlah syringe yang ditemukan masih dilengkapi jarum. Bahkan, beberapa alat suntik diketahui masih memiliki sisa darah.

Sebelum temuan tersebut diketahui dan diamankan, beberapa alat suntik yang berada di lokasi sempat menjadi perhatian anak-anak sekolah.

Sejumlah anak bahkan diketahui sempat menjadikan benda tersebut sebagai mainan.

Temuan itu kemudian dilaporkan sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Petugas langsung melakukan pengecekan untuk memastikan limbah berbahaya tersebut tidak kembali bersentuhan dengan warga maupun siswa.

Bhabinkamtibmas Desa Banyumanis Aipda Arwan Cahyadi kemudian mendatangi lokasi bersama Kepala Puskesmas Donorojo Laksmi Lukiswati, Bidan Desa Banyumanis Ana Sofiatun, Kamituwo Desa Banyumanis Mustofa, serta pihak guru MTs Assafiyah Banyumanis.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, seluruh limbah tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Puskesmas Donorojo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko memastikan limbah tersebut tidak berasal dari puskesmas yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara.

Menurut Hadi, pengelolaan limbah medis dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, maupun klinik telah memiliki mekanisme khusus.

Fasilitas-fasilitas tersebut bekerja sama dengan pihak pengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Kalau limbah medis semua puskesmas, rumah sakit, dan klinik sudah kerja sama dengan pengelola limbah B3, jadi aman,” ungkap Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).

Dari jenis dan karakteristik barang yang ditemukan, Dinas Kesehatan Jepara memiliki dugaan sementara bahwa limbah tersebut lebih mengarah pada aktivitas mantri hewan atau dokter hewan.

Salah satu petunjuknya terlihat dari keberadaan botol vial kaca yang memiliki label “Limox” dan “OTC Inf”. Selain itu, ditemukan pula syringe berukuran 10 mililiter dengan jarum 21G.

Jenis alat suntik tersebut umum digunakan dalam kegiatan penyuntikan pada hewan ternak. Temuan lainnya juga memperkuat dugaan tersebut.

Petugas menemukan tempat alkohol atau betadine berbahan stainless berbentuk tabung yang lazim digunakan oleh dokter hewan maupun petugas inseminasi buatan (IB).

Melihat berbagai jenis barang tersebut, limbah medis yang ditemukan di dekat sekolah diduga berkaitan dengan kegiatan pelayanan kesehatan hewan.

Beberapa kemungkinan aktivitas yang berkaitan antara lain vaksinasi ternak, pengobatan hewan, inseminasi buatan, kegiatan puskeswan, maupun pelayanan yang dilakukan mantri hewan secara keliling.

Meski demikian, temuan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan dari mana limbah itu berasal dan siapa pihak yang membuangnya.

Keberadaan jarum suntik bekas, terlebih yang masih menyisakan darah, menjadi perhatian karena dapat menimbulkan risiko apabila disentuh atau digunakan tanpa mengetahui kondisinya.

Terlebih, lokasi penemuan berada di dekat lingkungan sekolah dan beberapa alat suntik bahkan sempat dimainkan anak-anak sebelum diketahui oleh guru.

Setelah diamankan di Puskesmas Donorojo, penanganan selanjutnya diharapkan dapat memastikan limbah tersebut tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Temuan dua karung limbah medis ini sekaligus menjadi perhatian mengenai pentingnya pengelolaan dan pembuangan limbah medis secara tepat, termasuk limbah yang berasal dari aktivitas pelayanan kesehatan hewan. (fik/war)

Editor : Ali Mustofa
alat suntik limbah berbahaya jepara dinas kesehatan limbah medis