KOTA — Suara pecut memecah keramaian. Melengking, beradu dengan tubuh para pemain barongan. Penonton yang berada di sekitar arena pun sontak mawas diri, menjaga jarak agar tak terkena lecutan.
Pertunjukan Barongan Jeparanan dari Sanggar Budoyo Katresnan, Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Jepara, pada Sabtu (4/9) malam.
Acara ini menjadi bagian dari pemeriahan Kartini Night Jepara. Selain itu juga terdapat panggung seni bagi anak-anak, hiburan musik serta berbagai aneka UMKM makanan hingga mainan.
Pamong barong unjuk kebolehannya sejak pukul 19.30 hingga hampir pukul 21.00.
Pecut dimainkan, dilecutkan ke tubuh para pemain. Suaranya membuat penonton bergidik. Meski demikian, para pemain tetap melanjutkan atraksi secara aman.
Dalam rangkaian atraksi barongan, pertunjukan berlanjut dengan jaranan. Kemudian muncul Bujangganong ataupun lakon genderuwo yang usil dan membuat suasana semakin ramai.
Anak-anak yang berada di sekitar arena pun menjadi sasaran keusilan para pemain.
Ketika Bujangganong maupun barongan mendekat, beberapa anak langsung histeris. Ada yang mundur ketakutan, tetapi ada pula yang justru semakin penasaran.
Tak sedikit anak yang berani mendekat. Bahkan, mereka ikut nyawer barongan.
Uang saweran dimasukkan ke mulut barongan. Sesaat kemudian, barongan mengepak-kepakkan mulutnya hingga terdengar bunyi nyaring. Tawa penonton pun ikut pecah.
Aksi sederhana ini turut membuat anak-anak berteriak, antara takut dan senang.
Salah satunya Kenzie. Bocah berumur 9 tahun, kelas IV SDN 2 Panggang ini datang bersama ayahnya. Warga Potroyudan tersebut mengaku senang melihat pertunjukan barongan.
Awalnya ia takut dengan sosok-sosok yang tampil dalam pertunjukan.
Namun rasa takut itu tak bertahan lama. Kenzie justru berani merespons ketika barongan mendekat.
Ia bahkan memberanikan diri memberikan uang saweran langsung ke mulut barongan.
Di tengah ramainya masyarakat yang menikmati pertunjukan, geliat UMKM juga terlihat di sekitar lokasi. Terdapat hampir 100 stan UMKM, yang turut meramaikan Kartini Night Jepara.
Neni Sutriyani (30) menjadi salah satu pedagang yang merasakan ramainya pengunjung.
Ia menjual berbagai makanan dan minuman, mulai es teh, es mambo, kimbab, mochi hingga samyang.
Neni mulai berjualan di Kartini Night Jepara sekitar pukul 16.00. Namun, baru sekitar pukul 19.30, dagangannya sudah habis.
Neni, yang biasa berdagang kimbab di depan SMKN 3 Jepara ini mengaku, mendapat informasi mengenai adanya kegiatan di Jalan Kartini dari Paguyuban UMKM. Setelah mengetahui ada event, tak berpikir panjang, ia langsung ikut berpartisipasi. Toh, juga gratis.
"Baru dapat info, langsung ikut," ujarnya.
Menurut Neni, UMKM cukup bebas berpartisipasi dalam kegiatan semacam itu.
Informasi event juga biasanya tersebar melalui grup-grup, sehingga para pedagang bisa segera mengetahui dan ikut berjualan.
Ia menyebut hampir sekitar 100 UMKM yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Baginya, event yang menghadirkan keramaian seperti ini memang menjadi kesempatan bagus bagi UMKM.
Dagangan lebih cepat laku. Karena masyarakat datang tidak hanya untuk menonton, tetapi juga membeli makanan dan minuman. "Event seperti ini sering laku cepat. Kalau saya, Alhamdulillah ramai terus," sambungnya.
Warga Bandengan ini sudah sekitar tiga tahun menjalani usaha tersebut.
Ia berharap, kegiatan yang mampu mendatangkan keramaian seperti ini tidak hanya digelar sesekali. Namun ada event setiap bulan.
Apalagi, menurutnya, masyarakat juga membutuhkan hiburan. Sebelum Ramadan, misalnya, ada event seperti Dandangan Kudus yang akan juga diadakan di Jepara. Tentu ia menyambut baik. Sehingga UMKM juga bisa benar-benar naik kelas.
"Harapannya tiap bulan diadakan. Acara hiburannya bisa ganti-ganti, disesuaikan. Apalagi menjelang Ramadan, itu bisa diadakan seperti di Kudus (Dandangan, red)," tandasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa