JEPARA — Rencana pengembangan layanan transportasi publik yang menghubungkan Kabupaten Jepara, Kudus dan Pati (Jekuti) masuk tahap penjaringan aspirasi masyarakat.
Layanan Trans Jekuti direncanakan melayani perjalanan pulang-pergi (PP) pada ketiga wilayah tersebut.
Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, tengah melakukan survei, untuk mendukung Studi Perencanaan Pengembangan Layanan Angkutan Trans Jateng Aglomerasi Perkotaan di Wilayah Pengembangan Jekuti.
Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan, serta karakteristik perjalanan masyarakat.
Hal ini menjadi salah satu dasar dalam penyusunan sistem transportasi publik.
Melalui survei, masyarakat diminta menjawab sejumlah pertanyaan mulai dari domisili, asal dan tujuan perjalanan sehari-hari, hingga moda transportasi yang kerap digunakan.
Pertanyaan juga mencakup rata-rata pendapatan atau uang saku, alokasi pengeluaran untuk transportasi, serta maksud perjalanan seperti bekerja, sekolah maupun kuliah.
Masyarakat juga ditanya mengenai jumlah perjalanan rutin dalam sepekan, waktu keberangkatan dan kepulangan, hingga frekuensi penggunaan angkutan umum dalam sebulan.
Selain memetakan pola perjalanan, survei tersebut sekaligus menjaring minat masyarakat terhadap rencana kehadiran Trans Jekuti.
Di antaranya terkait tarif ideal untuk perjalanan menggunakan Bus Trans Jateng, tarif angkutan yang saat ini biasa dibayarkan masyarakat, usulan lokasi halte. Maupun waktu operasional layanan serta batas maksimal waktu tunggu yang dianggap ideal.
Survei juga meminta pendapat masyarakat terkait kemungkinan hadirnya layanan Trans Jateng Eksekutif.
Bus ini direncanakan hanya berhenti di halte-halte tertentu. Dengan waktu tempuh lebih cepat, layaknya konsep layanan kereta api eksekutif.
Masyarakat diminta memberikan penilaian apakah akan tertarik menggunakan layanan tersebut, termasuk usulan lokasi halte pemberhentian serta tarif yang dianggap sesuai.
Aspek fasilitas juga menjadi bagian dari survei.
Masyarakat dapat memberikan masukan mengenai sarana prasarana yang dibutuhkan, untuk mendukung pelayanan Bus Trans Jateng Aglomerasi Koridor Jekuti.
Beberapa di antaranya CCTV, pembayaran secara nontunai (cashless), aplikasi pemantauan posisi bus, jenis halte yang diharapkan, hingga penyediaan area parkir di sekitar halte.
Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memberikan masukan mengenai desain bus. Termasuk jenis bus, tata letak tempat duduk hingga kebutuhan penambahan ruang bagasi untuk membawa barang.
Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah menyebut melakukan tersebut bertujuan merumuskan sistem transportasi publik yang aman, nyaman, efisien dan terintegrasi.
Utamanya untuk mendukung mobilitas serta aktivitas perekonomian masyarakat di kawasan Jepara, Kudus dan Pati.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Deni Hendarko mengatakan, saat ini rencana tersebut masih berada dalam tahapan penentuan jarak dan percepatan perjalanan.
"Ya, Trans Jekuti adalah rencana transportasi dari Jepara, Kudus, Pati pulang-pergi," ungkapnya, Jumat (4/9).
Menurutnya, banyaknya masyarakat yang mengikuti survei diharapkan dapat memperkuat dasar perencanaan. Sekaligus meningkatkan peluang pengembangan layanan tersebut menjadi prioritas.
Karena itu, masyarakat di Kabupaten Jepara, Kudus maupun Pati diharapkan turut berpartisipasi dengan mengisi survei yang telah disiapkan.
Survei dapat diakses melalui Google Form yang disediakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Dapat diakses melalui link https://bit.ly/transjekutijepara.
"Hasil survei kalau kita banyak, semoga menjadi prioritas," pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa