JEPARA — Empat armada kapal cepat Express Bahari yang melayani penyeberangan Jepara-Karimunjawa, memiliki kapasitas total hingga 1.442 penumpang.
Kapasitas tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu penopang mobilitas wisatawan menuju Kepulauan Karimunjawa. Terutama saat terjadi lonjakan kunjungan.
Manajer Kapal Express Bahari Jepara, Jefri Putra, mengatakan empat armada yang disiapkan masing-masing memiliki kapasitas berbeda.
Kapal Express Bahari 1C mampu mengangkut 345 penumpang, 3C sebanyak 220 penumpang, 8F sekitar 390 penumpang.
Serta tambahan armada terbaru 7G berkapasitas hingga 487 penumpang.
“Kalau ditotal, kini kapasitasnya mencapai 1.442 penumpang. Kapasitasnya memang besar-besaran,” tutur Jefri.
Menurutnya, penambahan dan pengoperasian armada berkapasitas besar tersebut, merupakan bagian dari upaya perusahaan.
Untuk melakukan backup ketika terjadi lonjakan permintaan penumpang.
Jefri menyebut, peningkatan permintaan penyeberangan biasanya terjadi pada periode libur, seperti sepanjang Juli hingga Agustus.
Namun, memasuki September, jumlah penumpang mulai menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, tren tersebut amatlah dinamis.
“Memang ada permintaan dan lonjakan penumpang, sehingga kami harus membantu backup. Kalau saat ini dengan empat armada sudah bisa mencukupi,” imbuhnya.
Salah satu armada laut yang digadang-gadang menjadi andalan ialah Express Bahari 7G.
Kapal ini berkapasitas hingga 487 penumpang.
Disebut menjadi salah satu kapal dengan fasilitas paling mewah yang dimiliki Express Bahari.
Untuk tarif, penumpang dapat memilih kelas Eksekutif sebesar Rp 213.000 dan VIP Rp 243.000 untuk sekali perjalanan.
Jefri mengatakan pihaknya saat ini juga mulai mempersiapkan pembukaan layanan menuju Legon Bajak.
Namun, pengoperasian rute tersebut dilakukan secara bertahap, sebulan sekali.
“Untuk Legon Bajak rencananya minggu ketiga. Untuk animonya masih minim (belum tertata, red), beberapa trip juga belum ada lonjakan. Jadi pelan-pelan membuka ke Kemujan,” jelasnya.
Selain kapasitas, kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan dalam operasional kapal.
Menurut Jefri, kapal dengan ukuran lebih besar memiliki kemampuan yang lebih baik. Ketika menghadapi kondisi cuaca tertentu, meski tetap mengacu pada ketentuan keselamatan pelayaran.
“Kalau cuaca masa baratan, kapal ibaratnya bisa nyuri-nyuri cuaca, misalnya berangkat lebih cepat (pagi, red). Tapi kalau (ombak, red) sudah di atas 2,5 meter tetap tidak berani,” katanya.
Dengan ketersediaan empat armada tersebut, Express Bahari menargetkan pelayanan yang lebih maksimal, khususnya bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Karimunjawa.
“Kami terus berupaya, fokus ke wisatawan, memaksimalkan pelayanan,” pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa