JEPARA — Tuntas sudah pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 1.126 mahasiswa KKN Angkatan XXI 2026 Unisnu Jepara resmi ditarik, pada Jumat (4/9).
Para penempuh rihlah akademik tersebut, telah menjalani pengabdian selama 40 hari. Terbagi dalam 67 kelompok di 75 desa di Jepara serta Selangor, Malaysia.
Penarikan berlangsung di Halaman Perpustakaan UNISNU Jepara. Menandai berakhirnya KKN yang berlangsung sejak 27 Juli 2026 lalu.
Selama KKN, mahasiswa menjalankan 591 kegiatan dalam 10 subtema. Tema besarnya, “Peran Kader Aswaja dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keunggulan Lokal yang Berkelanjutan dan Berdampak.”
Program terbanyak berupa pendampingan pendidikan ramah anak dan pesantren bebas kekerasan sebanyak 112 kegiatan.
Disusul lingkungan dan desa berkelanjutan 80 kegiatan, termasuk kesehatan dan ketahanan masyarakat desa 77 kegiatan.
Jika dikelompokkan, program sosial dan penguatan sumber daya manusia menjadi yang terbesar dengan 263 kegiatan atau 44,50 persen.
Berikutnya program ekonomi lokal 141 kegiatan (23,86 persen), digitalisasi dan tata kelola 100 kegiatan (16,92 persen), lingkungan 80 kegiatan (13,54 persen), serta sertifikasi dan administrasi tanah wakaf tujuh kegiatan (1,18 persen).
Ketua LPPM UNISNU Jepara Mayadina Rohmi Musfiroh menyampaikan komposisi tersebut menunjukkan KKN berfokus pada penguatan sosial dan sumber daya manusia.
Namun, ke depan program sosial didorong lebih terhubung dengan penguatan ekonomi, transformasi digital, dan tata kelola desa agar dampaknya berkelanjutan.
“Orientasi ini positif karena pembangunan desa memang membutuhkan masyarakat yang sehat, aman, terlindungi, dan memiliki kapasitas partisipasi,” ungkapnya.
Dari sisi publikasi, LPPM mencatat 56 berita kemitraan, dengan 54 berita telah dipublikasikan dan dua masih dalam proses.
Selain itu terdapat 141 berita luaran publikasi kolaborasi melalui sejumlah kanal, termasuk Unisnu Jepara, KKN Unisnu, Jawa Pos Radar Kudus, dan media lainnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unisnu Jepara Abdul Wahab mewakili Rektor Unisnu Abdul Djamil menyebutkan KKN merupakan bagian dari jati diri kampus, ihwal pengabdian kepada masyarakat.
“Teman-teman luar biasa. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi bagus. Pesan Pak Rektor, Unisnu dicanangkan sebagai kampus untuk pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya cukup KKN. Setelah pulang, ila yaumil qiyamah, pengabdian,” ujar Abdul Wahab.
Sementara peserta KKN Desa Tulakan Andre Firmansyah mengamini jika inti dari pendidikan adalah di luar edukasi itu sendiri.
Artinya seseorang, terlebih mahasiswa harus bermanfaat, dalam lingkungan dan peran masing-masing.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga mengabdi kepada masyarakat. Semoga tidak hanya di desa tempat KKN, tetapi kita semua bisa mengembangkan diri setelah ini,” tandasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa