JEPARA — Karimunjawa kini terasa lebih dekat. Laut yang selama ini menjadi pemisah antara Jepara dan gugusan pulau di utara Jawa, perlahan berubah. Menjadi bagian dari perjalanan wisata yang lebih nyaman dan terukur.
Bagi wisatawan yang sudah membayangkan pasir putih, air laut jernih, hamparan terumbu karang, hingga matahari terbenam di Karimunjawa, tak lagi terganjal keterbatasan tiket.
Persoalan klasik tersebut terjawab, dengan hadirnya kapal cepat Express Bahari 7G. Melayani rute pelayaran Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya.
Kapal ini bukan sekadar tambahan armada. Namun membawa harapan segar, perjalanan menuju Karimunjawa tidak lagi merepotkan dan penuh kewaspadaan.
Express Bahari 7G dapat menampung 487 penumpang. Ditambah kapal yang sudah eksisting beroperasi, Express Bahari 8F dengan 400 penumpang.
Lalu Express Bahari 1C dengan 345 penumpang, dan Express Bahari 3C dengan 220 penumpang.
Selain kapal cepat, masyarakat dan wisatawan juga dapat menggunakan KMP Siginjai, berkapasitas sekitar 350 penumpang.
Peresmian kapal cepat Express Bahari 7G milik PT Pelayaran Sakti Inti Makmur dilakukan di Pelabuhan Jepara, pada Jumat (4/9).
Direktur Utama PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, Kurmin Halim, mengatakan investasi menghadirkan kapal tersebut bukan tanpa alasan.
Menurutnya, ada potensi besar yang ingin dikembangkan melalui penguatan konektivitas laut, rute pelayaran Jepara-Karimunjawa.
"Jelas ada sesuatu kenapa kami ingin menghadirkan investasi terbaik," kekehnya, usai peresmian.
Ia menyebut investasi satu unit kapal bukanlah sesuatu yang kecil.
Kepastian hukum dan ketenangan dalam berusaha menjadi bagian penting. Hal itu didapatkannya di Jepara.
Sehingga perusahaan memutuskan untuk terus mengembangkan layanan pelayaran.
Express Bahari 7G, lanjutnya, memiliki sejumlah keunggulan.
Kapal ini menggunakan mesin C32B dengan tenaga 1.700 horsepower (PK).
Mesin itu disebut sebagai salah satu teknologi yang digunakan pertama kali di dunia, utamanya untuk kapal dengan konfigurasi tersebut.
Yang menarik, kapal tersebut juga dirakit oleh putra-putri Indonesia.
Dengan kecepatan sekitar 23-24 knot, perjalanan Jepara-Karimunjawa diperkirakan dapat ditempuh sekitar dua jam.
Lebih lanjut ia mengatakan, perusahaan saat ini menyiapkan empat armada untuk rute Jepara-Karimunjawa, terdiri atas tiga kapal berkapasitas besar dan satu kapal berukuran lebih kecil.
Jaringan pelayaran perusahaan juga tidak hanya berada di Jepara.
Layanan Express Bahari menjangkau berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Di kawasan Aceh-Sabang, misalnya, perusahaan mengoperasikan dua kapal kecil dan dua kapal besar.
Menurut Kurmin Halim, besarnya kapasitas armada juga harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.
Karena itu, perusahaannya berkomitmen menyiapkan armada dengan standar keselamatan terbaik.
Pada saat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara menilai kehadiran kapal tersebut menjadi kabar baik bagi pengembangan pariwisata Jepara, khususnya Karimunjawa.
Menurutnya, secara geografis Jepara memiliki karakter yang menyerupai Bali dalam hal kelengkapan bentang alam. Ada pegunungan, laut, hingga puluhan pulau.
Jika dikelola secara profesional dapat menjadi satu kesatuan kekuatan pariwisata.
Ia menyebut Express Bahari 7G sebagai kapal yang sangat modern dan kehadirannya menjadi kado istimewa bagi Jepara. "Ini kapal yang canggih,” singkatnya.
Agung berharap peningkatan akses pelayaran ini, dapat turut mendorong pertumbuhan wisata Karimunjawa dari tahun ke tahun.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah, dalam memperkuat konektivitas menuju kepulauan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar menyebutkan peningkatan akses, menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengembangan Karimunjawa.
Menurutnya, konektivitas tidak hanya dibutuhkan oleh wisatawan, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas sehari-hari.
"Pengembangan akan terus kami lakukan, termasuk rencana pelabuhan dan kawasan peruntukan industri," sambungnya.
Ary mengatakan Pemerintah Kabupaten Jepara selama ini juga kerap menerima keluhan terkait keterbatasan tiket menuju Karimunjawa.
Pada periode tertentu, tiket kapal cepat dapat habis dalam waktu singkat. Sehingga wisatawan harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan.
Dengan hadirnya Express Bahari 7G, persoalan tersebut diharapkan dapat teratasi.(fik)
Editor : Ali Mustofa