Cerita Penerima Kartu Sarjana Jepara, Berawal Tahu Informasi yang Disebar di Grup RT

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:15 WIB
SUMRINGAH: Mahasiswa Unisnu Umi Aisah (kiri) dan Miftakhul Jannah (kanan) usai menerima Kartu Sarjana Jepara, pada Selasa (1/9) di Halaman Setda Jepara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
SUMRINGAH: Mahasiswa Unisnu Umi Aisah (kiri) dan Miftakhul Jannah (kanan) usai menerima Kartu Sarjana Jepara, pada Selasa (1/9) di Halaman Setda Jepara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Senyum sumringah tak lepas dari wajah Umi Aisah. Mahasiswi semester tiga Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara itu akhirnya bisa bernapas sedikit lebih lega.

Terlebih usai dinyatakan sebagai salah satu penerima Kartu Sarjana Jepara (KSJ).

Kabar tersebut awalnya datang dari mulut ke mulut. Serta sebaran pesan dalam platform digital yang diteruskan berkali-kali, hingga tingkat grup RT/RW di Kelurahan Demaan, Jepara.

Dari informasi itulah, ia bertekad mendaftarkan diri.

Bagi Umi, bantuan tersebut bukan sekadar kartu. Ada beban biaya pendidikan yang sedikit demi sedikit bisa terasa lebih ringan.

Terlebih, biaya kuliah yang harus dibayarnya di Unisnu Jepara berada di kisaran Rp 4,5 juta setiap semester. 

Sedangkan melalui program KSJ, ia memperoleh bantuan Rp 1,5 juta per semester.

“Kartu Sarjana ini sangat membantu, apalagi bagi saya memang membutuhkan bantuan,” ungkapnya dengan mata berbinar, pada Selasa (1/9).

Ia sendiri merupakan anak dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Kondisi tersebut membuat biaya pendidikan menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan masak-masak oleh keluarganya. 

Karena itu, ketika mengetahui ada program bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Jepara, ia tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.

"Bapak saya nelayan, ibu saya IRT,” ringkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Miftakhul Jannah, mahasiswi semester tiga asal Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari.

Bagi Jannah, bantuan KSJ dapat membantu meringankan biaya kuliah, yang setiap semesternya hampir menyentuh angka Rp 5 juta.

Apalagi, pembayaran biaya kuliah di kampus dapat dilakukan secara bertahap dalam tiga termin. 

“Harapannya bisa meringankan, buat bayar kuliah,” sambungnya.

Umi Aisah dan Miftakhul Jannah menjadi dua dari 267 mahasiswa Unisnu Jepara yang menerima Kartu Sarjana Jepara.

Secara keseluruhan, program tersebut menjangkau hingga 830 mahasiswa penerima bantuan. 

Bupati Jepara Witiarso Utomo adalah sosok di balik program pemberdayaan dan dukungan tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar Rp 1,641 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Jepara, sedangkan sisanya berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jepara.

Para penerima berasal dari sejumlah kategori. Sebanyak 547 mahasiswa merupakan penerima melalui jalur prestasi, 235 mahasiswa dari keluarga prasejahtera, dan 48 mahasiswa melalui jalur tahfiz.

Di mata Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara, kesempatan untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terlalu dibebani persoalan biaya, harus terus diperluas.

Bantuan pendidikan bukan hanya soal nominal yang diterima setiap semester. Namun, ada mimpi dan cita-cita agar masyarakat dapat meraih kecakapan dan kesuksesan.

Sebelumnya, Jannah pun pernah mencoba memperoleh bantuan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Namun belum mendapatkan bantuan lantaran keterbatasan kuota.

“Sudah pernah mengajukan KIP-K di Unisnu sendiri. Tetapi belum rezeki. Kuotanya cukup sedikit, kalau KSJ ini banyak 800-an penerima,” pungkasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
Kartu Sarjana Jepara Sarjana untuk bangun daerah Putra putri daerah tahfiz mahasiswa berprestasi