Diduga Korsleting Dinamo Blower, Teknisi Tewas dalam Kebakaran Kandang Ayam di Jepara

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:13 WIB
Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran

JEPARA — Kebakaran melanda sebuah kandang ayam di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Selasa (1/9).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Proses pemadaman dilakukan hingga malam, sekitar pukul 19.00 api belum sepenuhnya padam.

Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi pada pukul 19.20.

Atas kejadian tersebut, seorang teknisi ditemukan meninggal dunia.

Kandang ayam tersebut diketahui milik Hartomo (53), warga Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji.

Sementara korban merupakan teknisi yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan di lokasi.

Hingga berita ini ditulis, identitas korban belum diketahui.

Petinggi Desa Tanjung, Hariyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia mengatakan korban bukan warga Desa Tanjung, melainkan teknisi yang datang untuk melakukan pekerjaan perbaikan di kandang ayam tersebut.

“Teknisi. Mboten wargane kulo (tidak warga Desa Tanjung, Red), cuman perbaikane di daerah sini,” ungkapnya.

Kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik.

Api kemudian membakar bangunan kandang hingga mengakibatkan kerusakan cukup parah.

Selain menyebabkan satu orang meninggal dunia, kebakaran tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp 500 juta.

Petugas terkait masih melakukan penanganan dan pendataan atas kejadian tersebut.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Pemilik CV masih berembug di Polsek Pakis Aji," tandasnya. (fik)


Jasad Teridentifikasi, Teknisi yang Meninggal Terbakar di Tanjung Warga Tengguli

JEPARA — Korban yang meninggal terbakar saat insiden kebakaran kandang ayam di Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji berhasil diidentifikasi.

Diketahui korban merupakan warga RT 5 RW 2 Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Mungawan (54).

Kandang ayam tersebut diketahui milik Hartomo (53), warga Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji.

Usaha peternakan ayam tersebut terbakar pada Selasa (1/9) sore. Api membumbung tinggi pada pukul 17.00.

Sumber api diduga dari korsleting listrik.

Sehingga memercikkan api dan melalap habis tempat usaha dengan luas 20 x 15 meter persegi.

Damkar Jepara sendiri menerima informasi insiden kebakaran tersebut pada pukul 17.31.

Kemudian satu unit armada supply diberangkatkan dari pos Bangsri. Sedangkan dua unit armada pemadam diberangkatkan dari Mako Jepara.

Armada sampai lokasi kejadian pada pukul 17.53. Proses pemadaman berlangsung setidaknya hingga pukul 20.00.

Semula korban tak dapat ditemukan karena kobaran api dan reruntuhan bangunan.

Namun pada pukul 19.20, saat api mulai padam, para relawan dan warga berhasil mengevakuasi Mungawan.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Andika Oktavian Saputra menyampaikan kronologi peristiwa tersebut.

Semula sekitar pukul 16.30, warga bernama Mariyono menyapa dan memanggil Mungawan.

Saat itu korban sedang memperbaiki dinamo di depan kandang ayam.

Sejurus dengan itu, Mariyono melihat titik api yang mulai muncul dari bagian tengah kandang.

Tak tinggal diam, lalu berusaha mengambil air untuk memadamkan api.

Namun api terlanjur membesar, serta merembet ke seluruh kandang ayam. Api cepat membesar, terlebih karena kandang terbuat dari material yang udah terbakar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu kemudian menghubungi pemadam kebakaran maupun Polsek Pakis Aji.

"Saat Mariyono berusaha mencari Mungawan, dia mendapati korban sudah dalam kondisi sudah terbakar dan meninggal dunia di tengah kandang," ungkap AKP Andika, Selasa (1/9) malam.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya telah melakukan upaya penyelidikan.

Andika menyebut kebakaran tersebut diduga karena korseleting dinamo blower.

"Keluarga sudah menerimakan atas kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi," jelasnya.

Kini, korban telah dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan. (fik)

Editor : Mahendra Aditya
Kebakaran Kandang Ayam teknisi tewas Tanjung Jepara Mungawan Pakis Aji