JEPARA – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara resmi diserahterimakan kepada Kwarcab Kudus. Prosesi timbang terima berlangsung di Balai Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (31/8/2026).
Estafet Tunas Kelapa diserahkan Ketua Kwarcab Jepara Ratib Zaini kepada Ketua Kwarcab Kudus Bellinda Birton untuk kemudian diteruskan dalam rangkaian ETK 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
ETK Jepara Melintasi 15 Kecamatan
Sebelum diserahkan kepada Kwarcab Kudus, perjalanan ETK melintasi 15 Kwartir Ranting (Kwarran) atau wilayah kecamatan di Kabupaten Jepara. Kecamatan Karimunjawa tidak termasuk dalam rute kegiatan.
Ratib Zaini mengatakan, ETK bukan sekadar kegiatan simbolis. Estafet tersebut membawa nilai persaudaraan, gotong royong, pengabdian, serta kesinambungan semangat Gerakan Pramuka.
“Kami titipkan Estafet Tunas Kelapa ini kepada Kwarcab Kudus. Lanjutkan perjalanan, kobarkan semangat Pramuka, dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kwarcab Kudus Terima Amanah
Ketua Kwarcab Kudus Bellinda Birton menyampaikan, penerimaan ETK menjadi kehormatan sekaligus amanah untuk melanjutkan nilai-nilai kepramukaan.
Menurutnya, estafet tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan Tunas Kelapa secara fisik. Semangat persaudaraan, gotong royong, kemandirian, dan pengabdian juga harus diteruskan.
“Kami siap melanjutkan estafet ini, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melanjutkan semangat persaudaraan, gotong royong, kemandirian, dan pengabdian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Jepara Tuntaskan Rangkaian Perjalanan
Prosesi timbang terima tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian perjalanan ETK di Kabupaten Jepara.
Setelah diterima Kwarcab Kudus, Tunas Kelapa akan kembali melanjutkan perjalanan dalam rangkaian ETK 2026.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kesinambungan Gerakan Pramuka dalam menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian. Estafet bukan hanya berpindah tangan, tetapi juga membawa pesan agar nilai-nilai kepramukaan terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.
Editor : Ali Mustofa