JEPARA — Lalu lintas kendaraan di ruas Jalan Provinsi Jawa Tengah, Jepara–Kelet diselingi pekerjaan konstruksi.
Badan jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini perlahan ditangani dengan lapisan beton.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan sistem lajur bergantian.
Skema ini biasa dipilih agar proses pengecoran tetap berjalan. Tanpa sepenuhnya menutup akses kendaraan yang melintas di jalur utama.
Ketua Pokja Wilayah Jepara Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pati Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Parjo, mengatakan pekerjaan peningkatan jalan tersebut menggunakan konstruksi beton dengan mutu B0 dan FS 45.
Mutu jenis ini cocok untuk lalu lintas kendaraan berat.
“Sudah mulai beton FS. Eksisting diratakan, kemudian diratakan beton FS,” ungkapnya, Sabtu (29/8).
Untuk paket pekerjaan di ruas Sekuro, penanganan direncanakan sepanjang 750 meter dengan nilai anggaran Rp 7,9 miliar.
Namun, menurutnya panjang penanganan di lapangan masih dapat bertambah. Menyesuaikan kondisi jalan dan ketersediaan anggaran dalam satu paket pekerjaan.
Selain titik Sekuro, Pemprov Jawa Tengah juga mengucur paket penanganan lain dengan nilai sekitar Rp 29,2 miliar.
Pekerjaan tersebut mencakup ruas Sekuro, Kelet, hingga Jembatan Kali Slentreng Bangsri.
“Totalnya 2 kilometer. Yang Rp 29,2 miliar akan dilaksanakan nyambung beton di Sekuro, maupun Kelet. Untuk Jembatan Kali Slentreng saat ini masih dalam proses tender,” ujarnya.
Setelah rampung proses tender, jembatan akan dibongkar dan direvitalisasi.
Parjo menargetkan pekerjaan fisik dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026 atau sebelum memasuki tahun baru.
Pelaksanaan pekerjaan akan terus dikebut selama kondisi cuaca mendukung. Kini pekerjaan pengecoran dilakukan siang dan malam.
“Kondisi sekarang cuaca cerah, mendukung kondisi (revitalisasi, red) jalan,” imbuhnya.
Di samping pekerjaan peningkatan berlangsung, penanganan terhadap titik-titik jalan yang belum tersentuh proyek konstruksi juga tetap dilakukan melalui pemeliharaan, tambal sulam.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih mengupayakan penanganan sejumlah ruas jalan melalui berbagai sumber pembiayaan.
Salah satunya melalui usulan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), yang dibahas bersama pemerintah pusat dan Komisi V DPR RI.
Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan perbaikan, terutama pada ruas yang membutuhkan peningkatan kondisi secara lebih menyeluruh.
“Pembongkaran Jembatan Slentreng sendiri menunggu tender selesai. Dalam waktu dekat,” tandasnya.(fik)
Editor : Admin