Kejadian Kebakaran Lebih dari 100 Kali, Semua Armada Damkar Jepara Diservis Berat 

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:54 WIB
SERVICE TOTAL: Kondisi armada Damkar Jepara tengah dilakukan proses perawatan menyeluruh. (DAMKAR JEPARA UNTUK RADAR KUDUS) 
SERVICE TOTAL: Kondisi armada Damkar Jepara tengah dilakukan proses perawatan menyeluruh. (DAMKAR JEPARA UNTUK RADAR KUDUS) 

JEPARA — Kasus kebakaran di Kabupaten Jepara hingga Jumat (28/8) ini telah mencapai 107 kejadian. 

Tingginya intensitas kebakaran, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melakukan perawatan besar-besaran terhadap armada pemadam kebakaran (damkar) yang dimiliki.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengatakan dari total 107 kejadian kebakaran tersebut, sebanyak 35 kejadian terjadi sepanjang Agustus 2026.

“Saat ini memang didominasi kebakaran lahan,” ungkapnya, Jumat (28/8).

Selain penanganan kebakaran, petugas Damkar Jepara juga telah melaksanakan 462 kegiatan penyelamatan nonkebakaran. 

Tingginya aktivitas tersebut membuat kesiapan dan kelaikan armada menjadi salah satu perhatian utama.

BENING: Armada Damkar Jepara diservis secara bertahap di salah satu bengkel di Magelang. (DAMKAR JEPARA UNTUK RADAR KUDUS) 
BENING: Armada Damkar Jepara diservis secara bertahap di salah satu bengkel di Magelang. (DAMKAR JEPARA UNTUK RADAR KUDUS) 

Edy menyebut, saat ini Damkar Jepara memiliki tujuh armada, terdiri atas empat unit mobil pemadam dan tiga unit mobil suplai air. 

Armada ditempatkan di sejumlah titik, untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat. 

“Empat pemadam dan tiga suplai. Satu di Bangsri, satu di Kalinyamatan, dan lima di Mako di Jalan Sidik Harun, Ujungbatu,” jelasnya.

Menurut Edy, sejumlah armada saat ini dalam proses servis berat. 

Satu unit masih berada di bengkel, sementara dua unit lainnya sudah selesai diperbaiki dan kembali beroperasi.

Servis berat dilakukan terutama pada bagian instalasi dan sistem perpipaan. Perawatan tersebut dilakukan di Magelang.

“Kami servisnya satu persatu, sehingga jika ada kejadian kebakaran unit lain masih bisa mengatasi dan menangani,” imbuhnya.

Pemkab Jepara juga menyiapkan penambahan armada baru untuk memperkuat kemampuan penanganan kebakaran. 

Rencananya, pengadaan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp 2 miliar, mencakup satu unit mobil damkar baru sekaligus kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi petugas.

Armada baru yang direncanakan memiliki kapasitas tangki sekitar 3.000 hingga 5.000 liter. 

Salah satu spesifikasi yang menjadi perhatian ialah kemampuan melakukan penyemprotan air meski kendaraan tetap bergerak.

Edy mengatakan kemampuan tersebut penting mengingat kebakaran lahan cukup sering terjadi di Jepara. 

Saat ini, dari armada yang dimiliki, baru satu unit yang dapat melakukan penyemprotan sambil berjalan, karena sistem mesin telah terhubung dengan instalasi perpipaan.

“Kalau bisa menyemprot sambil jalan, penanganannya semakin cepat. Kebakaran lahan di Jepara banyak, jadi itu yang kami butuhkan,” tegasnya.

Intensitas kejadian kebakaran bahkan dalam kondisi tertentu dapat mencapai lima kejadian dalam sehari. 

Selain kebakaran lahan, salah satu pemicu yang banyak ditemukan adalah aktivitas pembakaran sampah.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Jepara mengambil langkah serius untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas. 

“Pak Bupati menginginkan agar dilakukan servis berat terhadap armada yang ada, kemudian penambahan armada baru dan pengadaan APD. Masuk dalam Rancangan APBD Perubahan di akhir tahun ini,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
Damkar Sahabat Rakyat Usulkan armada baru kebakaran jepara damkar jepara armada damkar