Semarak Maulid di Jalan Desa, Siswa SMPN 2 dan SDN 2 Batealit Tebarkan Syiar

Admin • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52 WIB
CERIA: Siswa SMPN 2 Batealit karnaval dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW
CERIA: Siswa SMPN 2 Batealit karnaval dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW

BATEALIT — Pagi itu, jalanan Desa Batealit tampak lebih semarak dari biasanya. Barisan siswa dengan busana Islami berjalan beriringan sambil membawa poster penuh pesan moral. Senyum dan keceriaan terlihat di wajah mereka. Nuansa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pun terasa berbeda—lebih hidup, dekat dengan masyarakat, sekaligus sarat edukasi.

Suasana tersebut hadir dalam kegiatan “Karnaval Persaudaraan” yang digelar SMP Negeri 2 Batealit bersama SD Negeri 2 Batealit, Rabu (26/8/2026). Bukan sekadar pawai, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan dua jenjang pendidikan sekaligus cara kreatif menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW kepada para siswa.

Sebelum melangkah menyusuri jalan desa, kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji. Grechiana Agustin dan Devita Aprilia, siswi kelas 9B, memimpin pembacaan tersebut. Lantunan selawat kemudian menggema dan diikuti seluruh peserta.

Setelah rangkaian pembukaan selesai, rombongan resmi diberangkatkan oleh Khoeroni, S.Pd.I, Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 2 Batealit.

Dari halaman sekolah, suasana karnaval semakin menarik perhatian. Para siswa mengenakan beragam busana Islami dan membawa poster hasil kreativitas mereka. Poster-poster itu tidak sekadar menjadi pelengkap pawai, tetapi membawa pesan yang ingin disampaikan kepada siapa saja yang melihatnya.

Ada yang mengangkat kisah keteladanan para Sahabat Nabi, Rukun Iman dan Rukun Islam, motivasi Islami, hingga gambaran sejumlah tempat bersejarah dalam perjalanan peradaban Islam.

Dengan cara sederhana tersebut, pesan-pesan keagamaan tidak hanya berhenti di ruang kelas. Ia dibawa keluar sekolah, berjalan bersama anak-anak, dan menyapa masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan.

Rombongan bergerak menuju arah Desa Setro sebelum kembali ke halaman sekolah. Di sepanjang rute, warga tampak berdiri di tepi jalan. Sebagian menyaksikan dengan senyum, sebagian lainnya mengabadikan momen karnaval yang berlangsung meriah tersebut.

Di tengah kemeriahan itu, ada pesan yang jauh lebih penting: pendidikan keagamaan tidak harus selalu disampaikan dalam suasana formal. Anak-anak juga dapat belajar tentang agama, persaudaraan, sejarah Islam, dan keteladanan Rasulullah melalui kegiatan yang menyenangkan.

Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 2 Batealit, Muhammad Rohim, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan Karnaval Persaudaraan sengaja dikemas bukan hanya sebagai kegiatan peringatan Maulid Nabi, tetapi juga sebagai sarana syiar dan edukasi.

“Karnaval Persaudaraan ini bukan sekadar pawai keliling desa, melainkan sebuah media syiar dan edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurut dia, beragam poster yang dibuat para siswa menjadi media untuk mengenalkan kembali nilai-nilai keislaman, mulai dari keteladanan para Sahabat, Rukun Iman, hingga sejarah Islam.

“Harapan kami, nilai-nilai persaudaraan atau ukhuwah antara siswa SMP dan SD ini makin erat. Yang terpenting, akhlak mulia Baginda Nabi SAW dapat benar-benar mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur masyarakat. Dua personel Banser turut membantu mengatur lalu lintas selama rombongan melintas di jalan raya. Kehadiran mereka membantu menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meminimalkan potensi kemacetan.

Kemeriahan karnaval semakin terasa dengan dukungan Bontang Sound System yang dimotori Wahab, alumni SMP Negeri 2 Batealit yang lulus pada 2016. Dukungan alumni tersebut menjadi bagian lain dari semangat kebersamaan yang mengiringi kegiatan.

Pada akhirnya, Karnaval Persaudaraan bukan hanya meninggalkan jejak langkah para siswa di jalan-jalan desa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut membawa pesan tentang pentingnya persaudaraan, kreativitas, pendidikan karakter, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dari halaman sekolah hingga ke tengah masyarakat, peringatan Maulid Nabi di Batealit pun menjadi sebuah pengalaman bersama: bahwa nilai-nilai keteladanan akan lebih bermakna ketika tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor : Admin
smpn 2 batealit nabi muhammad