Pemkab Jepara Siapkan Sumur Bor dan Jaringan Air Hadapi Kemarau

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:18 WIB
INFO GRAFIS
INFO GRAFIS

 

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kekeringan dan kelangkaan air bersih selama musim kemarau. Selain membangun sumur bor dan jaringan pipanisasi, bantuan air bersih terus disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, penanganan kekeringan dilakukan secara menyeluruh sesuai arahan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo.

Hal tersebut disampaikan Arwin saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Jepara, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, langkah antisipasi telah dilakukan sejak tahun sebelumnya dengan menetapkan wilayah prioritas, salah satunya melalui pembangunan sumur dan jaringan air bersih.

“Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Jepara melalui APBD dengan sejumlah CSR perusahaan, seperti Bank Jateng, BKK, dan PT Telkom Indonesia,” ujar Arwin.

Lima Desa Dapat Dukungan Jaringan Air Bersih

Salah satu dukungan CSR tahun ini berasal dari Bank Jateng. Bantuan tersebut akan disalurkan untuk pembangunan jaringan air bersih di lima desa, yakni Clering, Cepogo, Banjaran, Kepuk, dan Tunahan.

Program tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 1.760 kepala keluarga.

Selain dukungan dunia usaha, Pemkab Jepara melalui APBD 2026 telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan sumur dan jaringan air bersih.

Anggaran tersebut ditambah dukungan CSR Bank Jateng sebesar Rp300 juta untuk pembangunan jaringan.

Arwin berharap pembangunan sarana air bersih dapat mengurangi titik rawan kekeringan secara bertahap.

“Kita harapkan di 2027 nanti sudah tidak ada lagi lokasi-lokasi kekeringan, termasuk di Karimunjawa,” kata Arwin.

BPBD Salurkan 216 Ribu Liter Air Bersih

Untuk penanganan jangka pendek, BPBD Jepara tetap melakukan distribusi air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah yang membutuhkan.

Sejak Juli 2026, sebanyak 54 truk tangki telah dikerahkan untuk menyalurkan sekitar 216 ribu liter air bersih ke tiga desa. Yakni Desa Kedungmalang, Tunahan, dan Sumberrejo.

Distribusi tersebut dilakukan sebagai langkah sementara sembari pemerintah menyelesaikan persoalan penyediaan air bersih di masing-masing wilayah.

Perbaikan Infrastruktur Air Terus Dilakukan

Arwin menegaskan, distribusi air bersih bukan solusi permanen. Bantuan tersebut diberikan hingga persoalan utama di wilayah terdampak dapat diselesaikan.

Di Desa Kedungmalang, misalnya, Perumda Air Minum atau PDAM tengah melakukan perbaikan kebocoran pipa dan pompa. Kondisi pelayanan air di wilayah tersebut kini berangsur membaik.

Pemkab Jepara juga terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah tersebut diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan.

“Jadi, mari berkolaborasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha agar masalah kekeringan ini dapat teratasi secara paripurna,” pungkas Arwin.

 

Editor : Admin
air bersih Jepara Kekeringan Jepara witiarso utomo musim kemarau bpbd jepara