JEPARA — Penanganan sementara terhadap kerusakan Bendung Karet di Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan telah rampung.
Upaya tersebut dinilai mampu menyelamatkan lahan pertanian, yang sebelumnya terancam gagal panen.
Kini, perbaikan total diusulkan kepada pemerintah pusat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Mudhofir menyampaikan, penanganan temporal-darurat tersebut setidaknya memberikan dampak positif bagi 17 desa yang tersebar di empat kecamatan.
Lahan pertanian tersebut sebelumnya berpotensi terdampak kekurangan air maupun terkena limpahan air bersalinitas tinggi.
"Sedikitnya 17 desa di empat kecamatan berpotensi selamat berkat penanganan temporal tersebut," katanya pada Selasa (25/8).
Penanganan darurat dilakukan dengan membangun tanggul sementara menggunakan bronjong dan sand bag.
Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Menurut Mudhofir, penanganan darurat menjadi langkah penting untuk mengamankan tanaman padi yang sudah ditanam petani.
Meski kondisi tersebut sudah tertangani secara temporal, kebutuhan sarana pendukung pengairan masih menjadi perhatian.
Petani, sebutnya, juga mengusulkan penambahan pompa untuk membantu memenuhi kebutuhan air.
"Petani mengusulkan pompa. Kebutuhannya masih kurang dua unit di Batukali, kapasitas besar dan kecil, sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Saat ini petani pun mulai mempersiapkan musim tanam.
Namun, persoalan utama terkait kondisi Bendung Karet dinilai belum selesai dan membutuhkan penanganan secara menyeluruh.
Mudhofir mengatakan, penanganan selanjutnya berada pada kewenangan BBWS.
Pihaknya telah berkoordinasi dan dialog terkait kondisi teknis bendung yang dinilai sudah memasuki usia teknis dan membutuhkan revitalisasi.
"Setelah ini kendalinya di BBWS untuk melakukan tindakan teknis," katanya.
Menurutnya, usia teknis bendung sudah terlampaui sehingga diperlukan perbaikan secara total.
Selain faktor usia, pemeliharaan terhadap infrastruktur tersebut dinilai belum maksimal.
"Kami mengusulkan perbaikan secara total. Karetnya sudah melewati masa teknis," tuturnya.
DKPP juga telah menyampaikan usulan tersebut kepada BBWS.
Selain persoalan usia material karet, kondisi dasar bendung juga mengalami penurunan sehingga diperlukan kajian teknis lebih lanjut sebelum menentukan bentuk penanganan permanen.
Kajian tersebut dinilai penting untuk memastikan desain dan konstruksi perbaikan, mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah terdampak. Termasuk mencegah air laut masuk saat gelombang pasang datang.
Mudhofir berharap perbaikan permanen dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
Sebab, keberadaan bendung memiliki peran penting dalam mendukung sistem irigasi pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di Jepara.(fik)
Editor : Admin