Membanggakan, Dua Siswi MAN 1 Jepara Lolos Indonesian Youth Exchange #8 ke Malaysia-Singapura

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:15 WIB
MENGHARUMKAN MADRASAH: Kakankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin (kiri) beserta Kepala MAN 1 Jepara AH Ri
MENGHARUMKAN MADRASAH: Kakankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin (kiri) beserta Kepala MAN 1 Jepara AH Ri'fan (kedua dari kanan) melepas Risya Akmalia Salsabila dari kelas XI F6 dan Arsyanda Putri Satyaningtyas dari kelas XI F4, yang berhasil lolos seleksi program Indonesian Youth Exchange (IYX) #8 Chapter Malaysia and Singapore. (MAN 1 JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Pengalaman untuk melihat dunia dari dekat, kini berada di depan mata Risya Akmalia Salsabila dan Arsyanda Putri Satyaningtyas. 

Dua siswi MAN 1 Jepara ini terpilih menjadi bagian dari delegasi Indonesian Youth Exchange (IYX) #8 Chapter Malaysia and Singapore.

Risya, siswi kelas XI F6, dan Arsyanda dari kelas XI F4, akan berangkat bersama puluhan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. 

Mengikuti program pertukaran pemuda internasional tersebut, selama Senin-Kamis (24-27).

Bagi keduanya, perjalanan ini bukan sekadar kesempatan menginjakkan kaki di dua negara. 

Ada proses panjang yang harus dilalui, sebelum nama mereka tercantum sebagai delegasi.

Pembimbing Bilingual ICT'S Student MAN 1 Jepara, Noory Annisa Aulia, menuturkan, persiapan telah dimulai setidaknya tiga bulan yang lalu, sejak Juni.

Dari lima siswa MAN 1 Jepara yang mendaftar, dua yang akhirnya dinyatakan lolos.

"Anak-anak mengikuti seleksi dari administrasi, kemudian interview sampai dinyatakan lolos. Saat interview, pertanyaannya masih seputar tujuan mereka mengikuti exchange, alasan ingin ikut, dan mengapa mereka layak dipilih," ujar Noory, pada Jumat (21/8).

Mereka juga harus menulis esai dengan tema seputar program pertukaran pelajar. Setelah dinyatakan lolos, proses tidak berhenti. 

Keduanya mengikuti tahapan persiapan hingga akhirnya memperoleh Letter of Acceptance (LoA) pada awal Agustus.

Tahapan berikutnya diisi dengan focus group discussion (FGD) dan leaderless group discussion (LGD). 

Dari proses inilah dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi wisatawan di negara lain. Tetapi mampu membawa diri, berkomunikasi, berdiskusi, dan mengenalkan Indonesia.

"Ini pertama kalinya mereka mengikuti Youth Exchange. Jadi, kami berharap mereka benar-benar mendapatkan pengalaman berharga selama di sana," kata Noory.

Pada IYX #8, terdapat setidaknya 43 perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. 

Risya dan Arsyanda akan mengikuti rangkaian kegiatan selama empat hari di Malaysia dan Singapura. Sebagai bagian dari perwakilan Madrasah.

Sejumlah agenda telah disiapkan. Di antaranya International SDGs Presentation, forum presentasi dan diskusi mengenai isu-isu terkini. University Visit and Orientation untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi di kedua negara.

Serta Forum Panel Discussion yang mempertemukan peserta untuk membahas berbagai persoalan yang relevan bagi generasi muda Indonesia.

Rangkaian kegiatan juga ditutup dengan Awarding Day bagi delegasi dengan penampilan terbaik.

Bagi MAN 1 Jepara, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pintu kecil yang membuka pandangan lebih luas bagi kedua siswi.

Mereka tidak hanya diharapkan pulang membawa cerita tentang Malaysia dan Singapura, tetapi juga membawa pulang cara pandang baru. Termasuk menginspirasi siswa lainnya.

"Harapannya, mereka bisa mendapatkan meaningful journey, pengalaman yang berharga, sekaligus motivasi untuk melanjutkan pendidikan, termasuk membuka kemungkinan kuliah di luar negeri," tuturnya.

Menurutnya, perjumpaan dengan pelajar dari berbagai daerah dan budaya juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. 

Anak-anak akan belajar bahwa perbedaan bukan sesuatu yang harus dijauhi, melainkan sesuatu yang dapat membuat mereka tumbuh.

"Mereka bisa belajar budaya, sikap, dan semakin menghargai perbedaan. Dengan adanya perbedaan itu, mereka bisa lebih respect dan semakin berkembang," imbuhnya.

Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti setelah keduanya kembali ke Jepara.

Pengetahuan, keberanian berkomunikasi, dan pengalaman exposure yang diperoleh selama program dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus dibagikan kepada teman-teman di madrasah.

Kepala MAN 1 Jepara, Drs. H. Ah Rif’an, M.Ag., merasa bangga. Pendidikan sudah seharusnya dapat memerdekakan, membuat seseorang tumbuh dan berkembang secara gemilang.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, kesempatan siswa untuk tampil di forum internasional menjadi bagian dari upaya madrasah membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara akademik. Namun juga memiliki keberanian untuk membuka diri terhadap dunia.

"MAN 1 Jepara terus mendorong siswa untuk berani berinovasi dan bersaing di kancah internasional," sambungnya.

Capaian Risya dan Arsyanda sekaligus melanjutkan ikhtiar MAN 1 Jepara, dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberi ruang bagi siswa untuk berkembang. 

Melalui program berbasis konsentrasi seperti Islamic Boarding School Al-Fikra ataupun klub akademik MRC, siswa didorong untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.(fik)

Editor : Admin
forum internasional Madrasah Unggul Indonesian Youth Exchange Siswi MAN 1 Jepara membanggakan MAN 1 jepara