Dekranasda Jepara Promosikan Produk Kriya dan Wastra di HUT Jateng

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:30 WIB
PROMOSI: Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Hj Laila Saidah Witiarso bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam pameran HUT ke-81 Jawa Tengah.
PROMOSI: Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Hj Laila Saidah Witiarso bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam pameran HUT ke-81 Jawa Tengah.

 

SEMARANG – Dekranasda Kabupaten Jepara memperkenalkan produk unggulan daerah melalui pameran dan Dekranasda Podcast dalam rangkaian HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Hj Laila Saidah Witiarso menjadi narasumber dalam Dekranasda Podcast yang digelar bersamaan dengan pembukaan rangkaian peringatan HUT ke-81 Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Laila yang akrab disapa Ella memperkenalkan sejumlah produk unggulan Jepara, khususnya sektor kriya dan wastra. Produk-produk tersebut dinilai tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas dan kekayaan budaya Jepara.

Kriya dan Ukiran Jadi Produk Unggulan Jepara

Jepara selama ini dikenal sebagai salah satu sentra mebel dan seni ukir. Produk mebel dan ukiran Jepara telah menembus pasar nasional hingga internasional.

Selain mebel dan ukiran, berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menjadi bagian dari perkembangan ekonomi kreatif Jepara.

Dekranasda mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, tetapi juga mempunyai karakter dan mengangkat kekayaan budaya lokal.

Tenun Troso hingga Batik Motif Kartini

Di sektor wastra, Jepara memiliki Tenun Troso yang telah berkembang dan memiliki pasar luas. Pengembangan wastra juga dilakukan melalui batik Jepara dengan motif yang mengangkat sejarah dan budaya daerah, salah satunya motif Perang Obor.

Saat menjadi narasumber podcast, Ella mengenakan pakaian bermotif Kartini. Motif tersebut mengangkat sosok Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional asal Jepara yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan.

Motif Kartini juga terinspirasi dari surat-surat yang ditulis Kartini. Unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kisah dan nilai sejarah dalam karya wastra.

Dengan begitu, batik tidak sekadar memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan narasi budaya yang menjadi identitas daerah.

UMKM Jepara Didorong Tembus Pasar Internasional

Ella mengatakan, pengembangan produk UMKM Jepara tidak semata berorientasi pada nilai ekonomi. Dekranasda juga mendorong pelaku UMKM menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar lebih luas tanpa meninggalkan identitas daerah.

“Saya berharap produk UMKM Jepara tidak hanya bisa dijual, tetapi mampu bersaing dengan produk-produk internasional, namun tidak meninggalkan identitas Jepara,” ujar Ella.

Menurut dia, penguatan identitas budaya menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing produk UMKM Jepara. Karakter lokal membuat produk memiliki nilai tambah sekaligus membawa cerita dan kekayaan budaya sebagai pembeda di tengah persaingan pasar.

Promosi produk juga dilakukan melalui pameran. Pengunjung dapat melihat sekaligus membeli berbagai produk kriya dan wastra dari daerah.

Tak hanya produk kerajinan, stan Jepara turut menyajikan kuliner khas seperti es gempol pleret, pindang serani, serta horog-horog pecel latoh.

Pameran tersebut juga menghadirkan beragam produk kriya, wastra, makanan, dan minuman khas dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Editor : Admin
Dekranasda Jepara jepara tenun troso batik jepara umkm jepara