Kirab Budaya jadi Ajang Adu Kreativitas Antar Sekolah di Jepara

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:05 WIB
MEMUKAU: Peserta kirab melakukan parade budaya memutari Jepara Kota dalam peringatan HUT RI ke-81. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
MEMUKAU: Peserta kirab melakukan parade budaya memutari Jepara Kota dalam peringatan HUT RI ke-81. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Jalanan di kawasan Jepara Kota berubah menjadi lautan manusia, saat Kirab Budaya Merah Putih digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8).

Sejak pagi, peserta dari berbagai sekolah mulai memadati jalur kirab. Wajah peserta tampak sumringah.

Beragam dekorasi, pakaian, atribut, hingga penampilan seni menjadi bagian dari perayaan yang tidak sekadar memeriahkan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang adu kreativitas antarpeserta.

Kirab tersebut diikuti peserta dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat, serta kelompok umum dan partisipasi marching band. 

Setidaknya 59 peserta ikut ambil peran, menjadi bagian dalam kegiatan tersebut.

Peserta PAUD mengawali kirab dengan nomor urut 1 hingga 31. Mereka berasal dari berbagai taman kanak-kanak maupun kelompok bermain.

Berikutnya, rombongan SD atau MI menempati nomor urut 32 hingga 51. Peserta dari jenjang SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA kemudian mengisi urutan berikutnya.

Kemeriahan tambah terasa dengan kehadiran kelompok partisipasi, di antaranya Marching Band SMP 2 dan Marching Band SMP BK, serta peserta umum seperti Sanggar Senam Shanty dan Harpi Melati Jepara.

SUMRINGAH: Para peserta menampilkan teatrikal dalam kirab budaya, pada Selasa (18/8).
SUMRINGAH: Para peserta menampilkan teatrikal dalam kirab budaya, pada Selasa (18/8).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Ali Hidayat menyampaikan, kirab budaya menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Jepara.

Di samping menumbuhkan semangat nasionalisme, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menampilkan kreativitas melalui seni, busana, atraksi, dan berbagai bentuk penampilan budaya.

Di sepanjang jalur kirab, warga turut menyaksikan rombongan peserta yang berjalan dengan membawa atribusi masing-masing. 

Dukungan masyarakat di sepanjang jalur lintasan, menambah semarak acara. Kirab tak hanya sekadar tontonan, tetapi juga mempertemukan sekolah, kelompok seni, dan masyarakat dalam satu ruang perayaan. Berbagi ide dan inspirasi.

Tak sedikit pula yang merespon local wisdom hingga realitas sosial di Jepara. Seperti dekorasi perkembangan alat pertanian sejak zaman pembajakan sawah dengan kerbau, traktor hingga drone petani.

Kemudian kapal industri sebagai respon wacana rencana pembangunan pelabuhan maupun kawasan peruntukan industri (KPI) di Jepara. 

Tak hanya itu, folklore seperti Dewi Sri, Memeden Gadu, sosok pemeran Pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat, hingga Ukir Jepara termasuk Macan Kurung turut ditampilkan.

“Ya, kami Pemkab Jepara berusaha menyemarakkan HUT RI ke-81. Dengan semangat ini kami berharap berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama UMKM,” tanggapnya.

Ali juga menyampaikan, sejak dulu Jepara tak hanya sebagai titik balik bangkitnya pendidikan dan kebudayaan. Namun sebagai pemelopor terhadap perjuangan menuju kemajuan.

“Anak-anak yang ada di bangku sekolah ini merupakan pemimpin di masa depan. Sehingga rasa handarbeni terhadap daerah menjadi satu poros dan kunci untuk memajukan daerah. Dengan peran masing-masing,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
HUT RI ke-81 Antar sekolah adu kreasi kirab budaya pariwisata jepara jepara hari ini