Di Balik Meriahnya Kirab Budaya Jepara, Ada Rezeki Pedagang Kecil

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:15 WIB
MERIAH: Di balik meriahnya Kirab Budaya Jepara 2026, pedagang kecil ikut mendapat rezeki dari ramainya penonton dan peserta.
MERIAH: Di balik meriahnya Kirab Budaya Jepara 2026, pedagang kecil ikut mendapat rezeki dari ramainya penonton dan peserta.

 

JEPARA – Keramaian Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026 tak hanya menghadirkan parade budaya dan hiburan bagi masyarakat. Di balik panjangnya barisan peserta dan padatnya penonton, terselip rezeki bagi pedagang kecil yang ikut mengais penghasilan di sepanjang jalur kirab.

Salah satunya Firman Maulana, penjual es krim keliling. Sejak pagi, ia memilih berjualan di tengah keramaian kirab yang berlangsung Selasa (18/8/2026). Hasilnya, dagangannya lebih cepat habis dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah ada kenaikan. Baru tingkat TK PAUD saja, satu ember hampir habis,” kata Firman.

Firman mengaku telah berjualan es krim keliling selama sekitar lima tahun. Untuk mengantisipasi ramainya pembeli, ia menambah stok dagangan.

Biasanya, satu ember berisi sekitar delapan liter es krim dapat habis dalam sehari. Namun, suasana kirab membuat penjualan lebih ramai. Es krim yang ditawarkan terdiri atas rasa vanila, cokelat, dan stroberi.

Varian cokelat dan vanila menjadi pilihan yang paling banyak dicari pembeli.

Mainan Anak Ikut Laris

Tak hanya penjual makanan dan minuman, pedagang mainan keliling juga memanfaatkan keramaian kirab. Nor Ahmad, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, membawa berbagai mainan untuk ditawarkan kepada penonton.

Kitiran dan balon menjadi dua jenis mainan yang paling banyak diminati anak-anak.

Kitiran dijual Rp10 ribu untuk tiga buah. Menurut Nor, harga menjadi salah satu pertimbangan pembeli saat memilih mainan.

“Pembeli cenderung mencari mainan yang harganya murah,” ujarnya.

Keramaian kirab pun menjadi kesempatan bagi pedagang kecil untuk mendekatkan dagangan dengan masyarakat. Anak-anak yang datang bersama orang tua menjadi pasar tersendiri bagi pedagang mainan maupun jajanan.

Tradisi Jepara Dikenalkan kepada Anak

Di sisi lain, Kirab Budaya Merah Putih juga menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan tradisi Jepara kepada generasi muda.

Salah satunya melalui penampilan Obor Tegalsambi oleh TK Terpadu Tarbiyatul Athfal Muslimat NU Jepara, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara.

Guru pendamping, Lia, mengatakan persiapan penampilan dilakukan sekitar dua minggu. Tradisi tersebut kemudian dikemas melalui kostum yang lebih modern agar mudah diterima anak-anak.

“Tantangannya menyiapkan anak-anak usia dini. Kami harus mengenalkan bahwa tradisi ini perlu dilestarikan,” ujarnya.

Kirab diikuti 59 nomor atau kelompok peserta. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga kelompok umum.

Beragam budaya dan tradisi Jepara turut ditampilkan. Mulai Perang Obor, Pesta Lomban, hingga tokoh sejarah seperti Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan R.A. Kartini.

Warga Datang Bersama Keluarga

Keramaian kirab juga menarik perhatian warga untuk datang bersama keluarga. Ana, warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, misalnya, sengaja membawa tiga anaknya untuk menyaksikan rangkaian kirab.

Ia tertarik melihat beragam tradisi dan budaya yang ditampilkan peserta. Bagi anak-anaknya, penampilan drumband menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

“Anak saya paling suka melihat drumband,” kata Ana.

Karnaval Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026 berlangsung mulai pukul 08.00. Seluruh peserta mengikuti kirab dalam satu rangkaian hingga selesai.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menentukan pemenang. Kirab juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan budaya Jepara sekaligus memberikan ruang bagi UMKM lokal.

Gus Hajar hadir mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan Bunda PAUD Jepara Laila Saidah Witiarso.

Sementara itu, salah satu juri, Sarjono, mengatakan penilaian peserta mencakup sejumlah aspek, seperti penampilan, kreativitas, kekompakan, dan kesesuaian tema.

Dengan perpaduan parade budaya, antusiasme penonton, serta aktivitas pedagang kecil, Kirab Budaya Merah Putih Jepara tidak hanya menjadi panggung untuk menampilkan kekayaan tradisi. Keramaian yang tercipta juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat yang ikut mengambil bagian di dalamnya.

Editor : Admin
Kirab Budaya Jepara pedagang kecil Budaya Jepara jepara umkm jepara