JEPARA — Pelaku industri mebel dan furnitur di Kabupaten Jepara menyambut baik peluang untuk memasok kebutuhan mebel di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tawaran tersebut dinilai menjadi peluang strategis, dapat memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi industri furnitur Jepara di tingkat nasional.
Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara Raya, Hidayat Hendra Sasmita, mengatakan pihaknya bersama para pelaku industri di Jepara telah membahas peluang tersebut.
“Kebetulan kemarin kami sudah diskusi tentang hal ini. Teman-teman pelaku industri di Jepara siap dan menyambut baik peluang yang dibawa Pak Gubernur dan Mas Bupati,” ungkapnya.
Menurutnya, industri mebel Jepara memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memenuhi kebutuhan furnitur dalam jumlah besar.
Karena itu, peluang untuk terlibat dalam pengadaan mebel di IKN diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Jepara.
Selain membuka pasar baru, keterlibatan industri Jepara dalam penyediaan furnitur untuk IKN juga dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Jepara kepada pasar yang lebih luas.
Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara menunjukkan, furnitur dari kayu menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan daerah.
Nilai ekspor furnitur kayu tercatat mencapai Rp 936,64 miliar, dengan volume ekspor sebesar 11,77 juta kilogram.
Besarnya nilai ekspor tersebut menunjukkan bahwa industri furnitur Jepara memiliki daya saing dan pasar yang kuat, khususnya untuk produk berbahan kayu.
Hendra berharap peluang pasokan mebel untuk IKN tidak hanya berhenti pada tawaran.
Namun dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme kerja sama yang jelas, sehingga pelaku industri di Jepara bisa mengambil bagian secara langsung.
“Yang penting peluang ini bisa kami tangkap bersama. Kami dari HIMKI tentu siap mendukung dan mendorong teman-teman industri agar bisa berpartisipasi,” tandasnya.(fik)
Editor : Admin