JEPARA – Zakat kembali dihadirkan dalam bentuk layanan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Gedung Rumah Sehat BAZNAS di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jumat (14/8/2026).
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dan para mustahik.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, Rumah Sehat BAZNAS merupakan bagian dari komitmen BAZNAS menghadirkan layanan kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat.
Saat ini, terdapat 35 Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di Indonesia. Lima di antaranya berada di Jawa Tengah.
“Kami akan mengembangkan lagi di tempat-tempat lainnya yang belum. Selain bangunan dan fasilitas, sampai biaya operasionalnya pun dari BAZNAS,” ujar Sodik.
Tak Sekadar Bangunan, Kejar Layanan Profesional
Menurut Sodik, keberadaan Rumah Sehat BAZNAS tidak berhenti pada pembangunan gedung dan penyediaan fasilitas. Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang profesional.
Karena itu, pengelolaan Rumah Sehat BAZNAS Balekambang akan terus dikembangkan. Salah satunya dengan mengoptimalkan sumber daya manusia setempat, termasuk para santri di lingkungan pondok pesantren.
“Harapannya bisa lebih maju dan profesional dalam pelayanannya. Dan memanfaatkan SDM setempat, seperti santri-santri yang berada di pondok pesantren ini,” katanya.
BAZNAS juga menargetkan pelayanan Rumah Sehat tersebut dapat semakin memenuhi standar BPJS. Jika pengelolaannya telah memenuhi standar, fasilitas tersebut diharapkan dapat melayani peserta BPJS.
“Agar dikelola lebih baik, lebih cepat dan bisa memenuhi standar BPJS. Sehingga nantinya bisa melayani pengguna BPJS,” jelas Sodik.
Selain pasien umum dan peserta BPJS, BAZNAS menyiapkan kartu sehat bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS.
“Jadi pasiennya bisa pasien umum, BPJS, maupun kartu dari BAZNAS,” imbuhnya.
Witiarso: Zakat Harus Kembali Dirasakan Masyarakat
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut baik hadirnya Rumah Sehat BAZNAS di lingkungan Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang.
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu wujud nyata pengelolaan zakat yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Kami berharap Rumah Sehat BAZNAS ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Jepara, khususnya masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tetapi memiliki keterbatasan akses,” kata Witiarso.
Witiarso menilai kolaborasi BAZNAS, pemerintah daerah, dan pesantren menjadi kekuatan penting dalam memperluas manfaat zakat.
Rumah sehat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga berkembang menjadi fasilitas yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini bisa terus berkembang, pelayanannya semakin baik dan manfaatnya semakin luas. Zakat yang dihimpun harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Jepara juga mendorong agar Rumah Sehat BAZNAS dapat terintegrasi dengan berbagai program pelayanan kesehatan yang telah berjalan di Kabupaten Jepara.
Taj Yasin: Kesehatan dan Zakat Bisa Saling Menguatkan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap keberadaan Rumah Sehat BAZNAS memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, fasilitas kesehatan yang berkembang dengan baik juga berpotensi memperkuat penghimpunan zakat. Dengan demikian, manfaat yang diberikan BAZNAS dapat semakin luas.
“Harapannya selain memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat, kalau berkembang baik akan menambah zakat yang masuk ke BAZNAS dan lebih bermanfaat lagi,” tutur Taj Yasin.
Peresmian Rumah Sehat BAZNAS Balekambang menjadi bagian dari upaya memperluas layanan kesehatan berbasis zakat di Jepara.
Lebih dari sekadar fasilitas kesehatan, kehadirannya membawa harapan agar zakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Dari masyarakat yang menunaikan zakat, manfaatnya kembali hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Admin