TMMD Sengkuyung Tahap III Kedungleper Jepara Resmi Ditutup, Gotong Royong Jadi Kunci Bangun Desa

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:00 WIB
GOTONG ROYONG: TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 di Desa Kedungleper, Jepara, resmi ditutup. Program menyasar pembangunan jalan, rehab RTLH, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
GOTONG ROYONG: TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 di Desa Kedungleper, Jepara, resmi ditutup. Program menyasar pembangunan jalan, rehab RTLH, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

 

JEPARA – Pembangunan jalan hingga rehabilitasi rumah warga menjadi bagian dari hasil TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri. Setelah berlangsung sejak 15 Juli, program yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat itu resmi ditutup Kamis (13/8/2026).

Penutupan dipimpin Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi selaku Komandan Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan dan amanat Pangdam IV/Diponegoro yang menekankan bahwa TMMD memiliki makna lebih luas dari sekadar pembangunan infrastruktur.

“TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wadah utama untuk menyatukan langkah, memperkuat sinergi lintas sektor, serta merawat semangat gotong royong antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat demi membangun negeri dari desa,” demikian amanat Pangdam IV/Diponegoro yang disampaikan Dandim Jepara.

Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga

Hadir mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar atau Gus Hajar, bersama jajaran Forkopimda Jepara atau yang mewakili.

Selama pelaksanaan, TMMD Sengkuyung Tahap III menyasar pembangunan fisik dan nonfisik. Di sektor infrastruktur, kegiatan meliputi pembangunan dan rabat beton jalan usaha tani di dua titik.

Selain itu, tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga juga direhabilitasi melalui program tersebut.

Pembangunan fisik itu menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Tak Hanya Bangun Infrastruktur

TMMD juga menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat melalui kegiatan nonfisik.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, donor darah, pelayanan kesehatan, hingga intervensi pencegahan stunting dan edukasi pendidikan.

Masyarakat juga mendapatkan bantuan benih ikan dan bibit tanaman. Di bidang peternakan, dilakukan vaksinasi ternak. Sementara untuk penguatan ekonomi, masyarakat mendapatkan pelatihan kewirausahaan.

Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar pembangunan yang dilakukan tidak berhenti ketika program TMMD berakhir.

KIA Diserahkan kepada Anak Desa Kedungleper

Penutupan TMMD turut ditandai dengan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada perwakilan anak Desa Kedungleper.

KIA diserahkan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi.

Penyerahan tersebut melengkapi rangkaian program TMMD yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh pelayanan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui TMMD Sengkuyung Tahap III 2026, sinergi TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat kembali menjadi bagian penting dalam pembangunan desa.

Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan diharapkan tidak berhenti setelah program ditutup. Masyarakat diharapkan terus menjaga sekaligus mengembangkan hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

Editor : Admin
Desa Kedungleper jepara pembangunan desa tni TMMD jepara