JEPARA — Ratusan pekerja PT Samwon Busana Indonesia Jepara yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), mendapat peluang untuk kembali bekerja di sejumlah perusahaan lain di Jepara.
PT Samwon resmi menutup seluruh kegiatan produksi dan operasionalnya secara permanen per Sabtu (1/8).
Penutupan tersebut diakibatkan order dari buyer yang anjlok, setidaknya dalam lima tahun terakhir.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, pihaknya tidak ingin sebanyak 685 pekerja yang terdampak PHK dari PT Samwon Busana Indonesia kemudian tidak berkarya.
"Kami sudah sampaikan, terutama lewat HRD, kalau membutuhkan informasi lowongan kerja bisa dihubungkan. Terdapat ratusan loker terbuka di sejumlah perusahaan," ungkapnya.
Menurutnya, Diskopukmnakertrans akan membantu mencarikan lowongan, yang sesuai dengan keterampilan dan pengalaman para alumni Samwon.
Data para alumni Samwon juga dapat digunakan sebagai pertimbangan oleh perusahaan. Para pekerja dapat melampirkan paklaring serta pengalaman kerja yang dimiliki.
"Alumni Samwon melampirkan paklaring serta pengalaman, bisa diprioritaskan," ucapnya.
Secara keseluruhan, berdasarkan data dari perusahaan penanaman modal asing (PMA) membutuhkan 533 pekerja.
Seperti misalnya, PT Jinlin Luggae Indonesia membuka 32 posisi, terdiri atas 30 operator sewing dan dua translator Mandarin.
Kemudian PT Starcam membutuhkan 50 operator sewing, sedangkan PT Anam Sinergi membuka 30 posisi operator non-sewing bagian tempel.
PT WXD Lisheng Ton membutuhkan empat supervisor sewing. PT Bintang Masa Kini juga memerlukan 20 operator sewing dan empat quality control.
Sementara itu, PT Great Golden juga akan membuka rekrutmen pada 2027.
Selanjutnya, PT Hwaseung Indonesia memiliki rencana kebutuhan 200 operator produksi, untuk periode Agustus-September.
Lalu PT Donglong juga mencatat kebutuhan 50 operator sewing manual, 40 operator sewing otomatis, 20 quality control, tiga supervisor sewing, satu supervisor warehouse dan satu admin produksi serta translator Mandarin.
Sementara PT Wothfind membutuhkan 30 operator sewing dan lima supervisor.
PT Win Win juga membutuhkan lima supervisor, dan satu chief.
Sedangkan PT Jiale yang terdapat di depan PT Samwon, juga membuka setidaknya 38 loker. Seperti untuk posisi chief, TPE specialist, senior finance supervisor, purchasing, supplier management, quality specialist, HR, termasuk 15 translator Mandarin.
Kendati demikian, Zamroni menyampaikan, di luar peluang kerja perusahaan PMA tersebut, juga terdapat lowongan dari perusahaan lain juga cukup banyak.
"Tinggal menyesuaikan keterampilan dan minat," katanya.
Ia juga menyebut tak sedikit pekerja yang terkena PHK dari Samwon masih berminat melanjutkan kerja.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong para alumni Samwon memanfaatkan pengalaman kerja yang dimiliki. Supaya dapat kembali masuk ke dunia kerja melalui berbagai lowongan yang tersedia.
Meski ada pula yang mau rehat terlebih dahulu, untuk melakukan pengasuhan terhadap anak.
Salah satu alumni Samwon asal Demak, Ida (24) telah bekerja selama empat tahun. Sedangkan sang suami juga bekerja, namun di PT Jiale.
Ia berencana untuk rehat sejenak, sembari mengasuh anak yang masih balita.
"Alhamdulillah, dapat pesangon. Ya sementara sambil momong anak dan menunggu kesempatan bekerja di tempat lain," ucapnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya