JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan persoalan kerusakan bangunan sekolah dasar (SD) menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Pemerintah pusat menargetkan seluruh sekolah yang masih mengalami kerusakan dapat ditangani secara bertahap hingga 2027.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, berdasarkan penyampaian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), penanganan sekolah rusak di daerah akan terus dilanjutkan.
Di Jepara, masih terdapat sekitar 290 sekolah yang membutuhkan penanganan.
"Kerusakan seluruh SD pada 2027 selesai semua diperbaiki oleh pemerintah pusat. Itu yang disampaikan Kemendikdasmen," ungkapnya, pada Selasa (11/8).
Menurutnya, program revitalisasi sekolah telah berjalan sejak 2025 dan dilanjutkan pada 2026.
Penanganan tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah sekolah yang masih membutuhkan perbaikan.
Sehingga pada 2027 seluruh sekolah yang masuk dalam daftar penanganan dapat dituntaskan.
Wiwit menilai komitmen tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sektor pendidikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jepara.
Ia mengatakan pembangunan pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui program baru seperti Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Nasional Terpadu (SNT).
Di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan sekolah yang sudah ada mendapatkan fasilitas dan bangunan yang layak.
"Proses SNT dan SR ini menunjukkan keseriusan untuk membangun pendidikan di Indonesia, khususnya Jepara," ujarnya.
Ia berharap penanganan sekolah rusak berjalan beriringan dengan pembangunan sekolah baru.
Dengan demikian, perhatian pemerintah terhadap pendidikan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik.
Menurutnya, percepatan perbaikan sekolah juga penting untuk menghindari munculnya kecemburuan di tengah masyarakat seiring pembangunan SR maupun SNT di Jepara.
"Sehingga tidak ada kecemburuan atas dibangunnya sekolah SR maupun SNT," imbuhnya.
Ia menegaskan, keberadaan SR dan SNT merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan.
Sementara perbaikan sekolah rusak menjadi pekerjaan penting untuk memastikan seluruh anak di Jepara memperoleh lingkungan belajar yang aman dan layak.
Dengan rencana penanganan hingga 2027 tersebut, lanjutnya, tidak ada lagi sekolah yang mengalami kerusakan dan dibiarkan berlarut-larut.
Perbaikan sarana pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan, dengan peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan potensi siswa.
"Para siswa juga dapat belajar dengan aman dan nyaman," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin