JEPARA — Suasana haru menyelimuti pelepasan siswa Sekolah Nasional Terpadu (SNT) asal Jepara yang akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (11/8) siang.
Sejumlah wali murid tak kuasa menahan air mata ketika melepas anak-anak mereka, dari Pendopo Kartini Jepara.
Pelukan dan lambaian tangan mengiringi keberangkatan para siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SNT di Kabupaten Jepara.
Sebanyak 80 siswa diberangkatkan untuk mengikuti MPLS di BBPMP Provinsi Jawa Tengah pada 11-17 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan pendidikan, guru, serta sistem pembelajaran yang akan mereka jalani di SNT.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, mengatakan para siswa tersebut nantinya akan mendapatkan pendampingan secara intensif.
Dalam program SNT, setiap guru wali akan memiliki anak asuh yang didampingi hingga mereka menyelesaikan pendidikan.
"Guru wali akan membersamai anak-anak sampai lulus. Mereka akan mengenali potensi masing-masing anak, kemudian mengembangkan potensi tersebut ke arah yang sesuai," ujarnya.
Ia menjelaskan, SNT dirancang untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik siswa.
Pembelajaran juga mengintegrasikan pendidikan dari kelas VII hingga kelas XII.
Dengan konsep tersebut, siswa tidak perlu kembali mencari sekolah baru ketika menyelesaikan jenjang SMP. Pendidikan akan berlanjut hingga SMA dalam satu sistem pembelajaran SNT.
Kurikulum yang diterapkan juga berbasis STEM, yakni Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Selain penguatan akademik, siswa akan diarahkan untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Menurut Nugraheni, program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa untuk menjadi calon pemimpin di masa depan.
"Ini angkatan pertama SNT. Anak-anak ini adalah anak-anak yang mau keluar dari zona nyaman untuk meraih cita-cita," katanya.
Pada 2026 ini, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan SNT di sejumlah daerah. Termasuk di Jepara
Untuk Kabupaten Jepara, pembangunan SNT direncanakan berada di Kecamatan Pakisaji, berdampingan dengan kawasan Sekolah Rakyat.
Sambil menunggu pembangunan gedung sekolah rampung, kegiatan pembelajaran siswa untuk sementara akan menggunakan fasilitas sekolah transit.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengaku bangga karena Kabupaten Jepara menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kesempatan mendirikan SNT.
Ia secara langsung melepas keberangkatan 80 siswa Jepara untuk mengikuti MPLS di BBPMP Jawa Tengah.
"Kami sangat mendukung dengan adanya SNT di Jepara. Hari ini kami berangkatkan 80 siswa SMP-SMA, ke BBPMP Jawa Tengah untuk mengikuti MPLS di sana. Untuk pengenalan sementara di Semarang, kemudian nanti kembali lagi ke BLK Pecangaan (SNT Transit, red). Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," sambungnya.
Menurutnya, keberadaan SNT merupakan kesempatan besar yang diberikan pemerintah pusat bagi anak-anak Jepara.
Program tersebut menyasar siswa berprestasi, dengan kapasitas peserta yang terbatas sehingga peminatnya cukup banyak.
"Pertimbangan kami, ini sebuah kesempatan dari pemerintah pusat untuk anak-anak di Jepara. SNT ini untuk anak-anak berprestasi," ucapnya.
Wiwit menilai kehadiran SNT dapat menjadi salah satu momentum kebangkitan pendidikan di Kabupaten Jepara.
Sebab, para siswa yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan berbagai potensi dan prestasinya.
"Ini anak-anak pandai di antara yang pandai. Berprestasi saja tidak cukup, karena kapasitasnya terbatas. Mereka adalah siswa-siswa yang beruntung, cerdas dan pandai, termasuk berprestasi," ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan gedung SNT di Jepara diharapkan segera selesai, sehingga pada tahun berikutnya siswa dapat menempati sekolah secara permanen.
Selama masa pembangunan, para siswa akan mengikuti pembelajaran di tempat transit, termasuk memanfaatkan fasilitas BLK Pecangaan.
Dari 80 siswa SNT asal Jepara, sekitar 95 persen merupakan siswa dari Kabupaten Jepara, sedangkan lima persen lainnya berasal dari luar daerah.
Ia berharap para siswa tersebut nantinya tidak hanya membawa nama baik keluarga dan Jepara, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
"Semoga siswa-siswa ini memiliki peluang untuk memajukan Kabupaten Jepara dan nasional secara umum. Mudah-mudahan dari SNT lahir orang-orang besar, baik di pemerintahan maupun swasta. Harapannya seperti itu," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin