JEPARA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PLN UIK Tanjung Jati B memperkuat kesiapan pembangkit dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Salah satunya melalui keberhasilan menyelesaikan Planned Outage tipe Mean Inspection Unit 2 PLTU Tanjung Jati B dalam waktu 35 hari, atau 10 hari lebih cepat dari rencana awal selama 45 hari.
Pemeliharaan terencana yang dimulai pada 28 Juni 2026 tersebut berhasil diselesaikan pada 1 Agustus 2026.
Setelah seluruh tahapan inspeksi, pemeliharaan, pengujian, dan proses start-up dilaksanakan, Unit 2 kembali beroperasi secara komersial dan berkontribusi memasok listrik ke sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali).
Penyelesaian pemeliharaan lebih cepat menjadi bagian dari upaya PLN memastikan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan dalam menyambut momentum Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi PLN, menjaga keandalan pembangkit bukan hanya berkaitan dengan kesiapan peralatan, tetapi juga memastikan energi listrik tetap tersedia untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, hingga berbagai agenda peringatan HUT ke-81 RI.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan momentum Kemerdekaan Indonesia menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN bahwa listrik memiliki peran penting dalam menggerakkan kehidupan dan pembangunan nasional.
“Semangat kemerdekaan kami maknai melalui kerja nyata untuk negeri. Salah satunya dengan memastikan pembangkit tetap andal sehingga listrik dapat terus mendukung aktivitas masyarakat. Penyelesaian Mean Inspection Unit 2 lebih cepat dari rencana menjadi hasil kolaborasi seluruh tim sekaligus bagian dari komitmen kami menjaga keandalan pasokan listrik,” ujar Andi.
Pelaksanaan Planned Outage Unit 2 melibatkan 1.337 tenaga kerja dari 33 kontraktor utama untuk menyelesaikan 1.174 work order. Di tengah tingginya intensitas dan kompleksitas pekerjaan, seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan capaian zero accident.
Sejumlah pekerjaan kritikal dilakukan selama periode pemeliharaan, mulai dari inspeksi dan perbaikan pipa intake menggunakan metode underwater welding, pemeliharaan generator, penggantian dan inspeksi main turbine valve, hingga retubing boiler.
PLN bersama seluruh pihak terkait juga melakukan overhaul pada sejumlah peralatan pendukung, antara lain travelling screen, circulating water pump, air heater, serta submerged scraper coal conveyor.
Perbaikan sistem intake dan boiler menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan keandalan Unit 2. Hasil pemeliharaan turut tercermin dari sejumlah parameter kinerja pembangkit.
Pada beban operasi rata-rata 562,7 MW netto, Net Plant Heat Rate (NPHR) tercatat sebesar 2.131,7 kCal/kWh, efisiensi boiler mencapai 87,6 persen, dan efisiensi bersih pembangkit mencapai 40,3 persen.
Selama Unit 2 menjalani pemeliharaan, keandalan pasokan listrik pada sistem Jamali tetap terjaga.
Pelaksanaan outage telah direncanakan dan dikoordinasikan dengan pengatur sistem kelistrikan, sementara Unit 1, Unit 3, dan Unit 4 PLTU Tanjung Jati B tetap beroperasi untuk mendukung pasokan.
Dengan selesainya pemeliharaan lebih awal, Unit 2 dapat lebih cepat kembali memberikan kontribusi bagi sistem kelistrikan.
“Keberhasilan menyelesaikan outage lebih cepat dari target merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan kolaborasi seluruh tim. Kami berharap hasil pemeliharaan ini dapat terus memberikan manfaat bagi keandalan operasional pembangkit dan mendukung pelayanan kelistrikan yang semakin baik,” tutup Andi.
Keberhasilan Mean Inspection Unit 2 menjadi bagian dari kontribusi PLN UIK Tanjung Jati B dalam mengisi semangat Dirgahayu Republik Indonesia melalui tugas utama menjaga keandalan energi.
Dengan pembangkit yang semakin siap dan andal, PLN berkomitmen terus menghadirkan listrik sebagai penggerak aktivitas masyarakat dan pembangunan menuju Indonesia yang semakin maju.
Editor : Ali Mustofa