JEPARA — Kebakaran melanda area parkir PT HSKM, di RT 03/RW 03, Kauman, Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, pada Kamis (6/8) siang.
Akibat insiden kebakaran di perusahaan yang memproduksi outsole sepatu tersebut, mengakibatkan setidaknya enam unit sepeda motor hangus terbakar.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 13.25 WIB.
Dua unit mobil pemadam dari Pos Mako 113 langsung diterjunkan ke lokasi dan tiba pada pukul 13.37 WIB.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.15 WIB.
"Objek yang terbakar enam unit kendaraan bermotor. Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik," ucapnya.
Meski tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, Edy menjelaskan, luas area yang terbakar sekitar 2 x 3 meter persegi, dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 100 juta.
Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya menuturkan, kebakaran terjadi tidak lama setelah jam makan siang, menjelang pukul 13.30 WIB.
Awalnya ia mencium aroma sangit seperti karet terbakar, namun mengira bau tersebut berasal dari proses produksi.
"Awalnya tercium bau sangit seperti ban terbakar. Tidak lama kemudian asap hitam mengepul dan semua langsung panik. Pekerja keluar, menyelamatkan diri," sambungnya.
Menurutnya, api kemudian membakar enam sepeda motor yang terparkir di area pabrik.
Kendaraan yang terbakar di antaranya Honda Beat, Scoopy, dan Vario.
"Ada enam motor yang terbakar. Salah satunya milik teman saya yang rumahnya di belakang pabrik. Padahal motornya baru lunas," ujarnya.
Saat kejadian, sekitar 200 pekerja sedang berada di dalam pabrik.
Sebagian besar menghentikan aktivitas produksi dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan kendaraan masing-masing.
Setelah api berhasil dipadamkan, hanya beberapa bagian produksi, seperti unit penyablonan, yang masih beroperasi.
Ia mengetahui adanya kebakaran saat terdapat barang cairan serta lem yang tengah dikirimkan ke pabrik.
Seketika itu, kebakaran yang terjadi di luar ruang produksi diketahui para pekerja.
“Kurang tahu asal-usul apinya. Saat ada asap dan api, pekerja sibuk menyelamatkan sepeda motor masing-masing,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin