JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau tahun 2026.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menerbitkan Surat Edaran Nomor 600.1.4 tentang Kewaspadaan Menghadapi Musim Kemarau serta Antisipasi Kekeringan, Kelangkaan Air Bersih, Kebakaran Hutan, Lahan, dan Permukiman.
Surat edaran yang terbit (4/8) itu, sebagai pedoman dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau.
Kebijakan tersebut dibuat berdasarkan prakiraan musim kemarau dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Mas Wiwit sapaan akrab Bupati Jepara meminta seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Selain itu, pemerintah kecamatan dan desa diminta melakukan pemetaan wilayah yang rawan mengalami kekeringan maupun kebakaran.
Pihaknya juga menginstruksikan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan seluruh sumber air yang tersedia. Baik embung, sumur, jaringan perpipaan, maupun sarana penyediaan air bersih lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, hingga Rabu (5/8), BPBD telah mendistribusikan mencapai 200.000 liter air bersih.
"Total distribusi air bersih sampai hari ini, mencapai sekitar 200.000 liter," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada Selasa (4/8), BPBD mengirimkan bantuan dua tangki air bersih dengan total 10.000 liter ke Desa Tunahan, Kecamatan Keling.
Kemudian pada Rabu (5/8), distribusi kembali dilakukan ke Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, sebanyak dua tangki atau 10.000 liter.
Menurut Arwin, distribusi air bersih telah dilakukan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Di antaranya Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung, Desa Tunahan Kecamatan Keling, dan Desa Sumberrejo Kecamatan Donorojo.
Penyaluran akan terus dilakukan sesuai laporan dan kebutuhan masyarakat, terutama selama musim kemarau masih berlangsung.
Pihaknya turut mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD, apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga bantuan dapat segera dijadwalkan dan didistribusikan ke wilayah terdampak.(fik)
Editor : Mahendra Aditya