JEPARA – Di balik kemampuan Unit 2 PLTU Tanjung Jati B menghasilkan listrik sebesar 660 megawatt, terdapat aliran air pendingin yang harus terus terjaga. Untuk memastikan sistem tersebut tetap andal, PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan Circulating Water Pump atau CWP inspection dalam rangkaian pemeliharaan terencana Unit 2.
CWP merupakan pompa berkapasitas besar yang mengalirkan air laut dari sistem intake menuju kondensor. Air tersebut digunakan untuk mendinginkan uap sisa dari turbin agar dapat kembali menjadi air dan digunakan dalam siklus produksi listrik berikutnya.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menjelaskan bahwa kelancaran sistem pendingin sangat memengaruhi kestabilan pengoperasian pembangkit. Gangguan pada CWP dapat mengurangi pasokan air pendingin menuju kondensor dan berdampak pada efisiensi unit.
“CWP dapat diibaratkan sebagai salah satu denyut utama sistem pendingin. Pompa ini harus mampu mengalirkan air dalam jumlah yang dibutuhkan secara konsisten agar proses pendinginan di kondensor berjalan dengan baik,” ujar Andi.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap CWP dan peralatan penggeraknya. Salah satu pekerjaan utama adalah penggantian motor CWP sebagai langkah preventif untuk menjaga keandalan sistem air pendingin saat Unit 2 dioperasikan.
Motor CWP termasuk dalam kelompok motor tegangan menengah yang bekerja dengan beban besar. Pemeriksaan dilakukan dalam kondisi off-load agar tim dapat mengevaluasi kondisi motor, sistem kelistrikan, sambungan, serta kesiapan peralatan pendukung secara lebih aman dan teliti.
Penggantian motor tidak dilakukan semata-mata karena peralatan mengalami kerusakan. Tindakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemeliharaan berbasis kondisi dan siklus operasi untuk mencegah potensi gangguan yang dapat muncul ketika pembangkit sedang melayani sistem kelistrikan.
“Pemeliharaan preventif memungkinkan kami mengambil tindakan sebelum terjadi kegagalan. Dengan mengetahui kondisi aktual peralatan, tim dapat menentukan langkah yang tepat agar risiko gangguan dapat ditekan dan masa pakai peralatan tetap terjaga,” jelas Andi.
Kinerja CWP berkaitan erat dengan kesiapan peralatan lain pada sistem intake. Air laut yang masuk terlebih dahulu melewati bar screen dan travelling screen untuk menyaring batu, sampah, serta material lain sebelum dialirkan oleh CWP menuju kondensor.
Karena itu, CWP inspection dilaksanakan secara terintegrasi dengan pemeriksaan dan perbaikan pipa intake, perbaikan bar screen, serta overhaul travelling screen. Pendekatan menyeluruh tersebut diperlukan untuk memastikan jalur air pendingin bekerja sebagai satu sistem yang utuh.
Aspek keselamatan menjadi prioritas selama pekerjaan berlangsung. Proses pengangkatan motor dan komponen berat wajib menggunakan peralatan bersertifikat, melibatkan operator serta rigger yang kompeten, dan dilaksanakan berdasarkan lifting plan yang telah disetujui.
Tim juga menerapkan isolasi energi, permit to work, Job Safety Analysis, pemeriksaan peralatan kerja, serta penggunaan alat pelindung diri sesuai potensi bahaya. Seluruh tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan tim teknis dan HSSE.
Andi menegaskan bahwa semangat HUT ke-81 Republik Indonesia diterjemahkan PLN melalui kesiapan setiap peralatan yang mendukung produksi listrik, termasuk sistem pendingin yang berada di balik proses utama pembangkitan.
“Menjaga CWP tetap andal berarti menjaga proses pendinginan, efisiensi pembangkit, dan keberlanjutan pasokan listrik. Inilah kerja nyata PLN dalam menghadirkan energi yang mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan Indonesia,” tutup Andi.
Editor : Admin